Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Manado

Dugaan Kekerasan Seksual Kepada Bocah 10 Tahun, Polresta Manado: Belum Ada Tersangka

Kasi Humas Iptu Sumardi, saat dikonfirmasi menyebut jika kasus masih terus berjalan. Dia pun menerangkan sejauh ini belum ada tersangka pada kasus ini

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Rhendi Umar
Pemakaman Bocah 10 Tahun Icha yang diduga jadi korban kekerasan seksual. 

Dikatakannya, kalau diliat dari waktu sekarang dengan kejadian, itu memang terlalu lama penanganan kasus dari kepolisian.

Elias juga sampaikan, padahal Kota Manado ini kecil masakan pelaku sulit ditangkap.

"Saat terjadi pemerkosaan, anak ini ketika belum mati, masih bisa berbicara. Bisa ditanya siapa yang melakukan atau menberikan tanda serta ciri-ciri pelaku.

Jadi untuk mendapatkan pelaku sebenarnya lebih muda. Beda dengan pembunuhan dan pelakunya lari hilang jejak," ungkapnya.

Ia juga katakan, dari sisi profesional polisi ini telalu lambat, padahal biasanya kasus sulit bisa diungkap pelakunya.

"Padalah polisi sekarang sudah profesional, sedangkan tidak ada saksi bisa diungkap. Jangan nanti ada sorotan publik baru polisi bergerak, bagaimana jika kasus ini tidak terangkat," tanya Elias

Baginya, penanganan lambat akan berdampak pada profesionalisme, padahal ini bagian dari presisi Kapolri.

"Menjadi pertanyaan besar dari masyarakat, kenapa lambat dan siapa sih pelakunya," tutupnya.

Ibu Korban Sebut Nama Tetangga

HS ibu korban mengatakan, anaknya sudah menyebut nama pelaku kekerasan seksual tersebut

"Cepat selesaikan kasus ini, tolong semua bantu, CI sudah tidak ada. Sebelum dia meninggal sudah bicara berkali-kali tentang si pelaku, ini permintaan keluarga tolong, kami dari keluarga tidak minta banyak-banyak," keluhnya.

Menurut HS, sesuai pengakuan anaknya, mendapat kekerasan baik fisik maupun verbal.

"Dia dipukul-pukul, dia sebut ini pelaku saat polisi datang beberapa kali dia sebut. Saya kenal orang ini sesuai disebut anak kami, tetangga," katanya.

HS mengaku tidak tahu pasti kapan pertama kali anaknya menjadi korban kekerasan seksual ini.

"Dia diancam mau dibunuh, jadi nanti ketahuan sudah di rumah sakit, diperiksa ketahuan ada sobekan di alat kelamin," ujarnya

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved