Berita Sulut
Jokowi dan Puan Maharani Kunjungi Sulut, Ini Dampak Ekonomisnya Bagi Sulut
Ini berarti perhatian itu dapat diwujudkan dengan proyek - proyek infrastrukur lainnya yang akan dibangun di Sulut.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kunjungan Presiden dan Ketua DRR RI secara bersamaan di Sulut merupakan perhatian besar Pemerintah Pusat di Sulawesi Utara.
Ini berarti perhatian itu dapat diwujudkan dengan proyek - proyek infrastrukur lainnya yang akan dibangun di Sulut setelah selesainya proyek Tol Manado Bitung.
Tentunya dengan adanya tambahan proyek infrastruktur lain setelah tol akan makin menggairahkan perekonomian di Sulut karena adanya tambahan proyek infrastruktur perekonomi akan makin efisien, biaya investasi akan makin murah.
Perekonomian yang makin efisien berarti daya saing produk dari Sulut akan makin mampu bersaing dgn kata lain daya saing Sulut akan makin berdaya saing.
Pengaruh kedatangan Presiden merupakan promosi untuk penggunaan jalan.
Masyarakat dan pengusaha diinformasikan untuk menggunakan prasaranan jalan tol ini yang dibangun dgn biaya yg mahal.
Jangan menyianyiakan infrastruktur ini dalam kegiatan perekonomian.
Sepertinya biaya masuk tol ini mahal padahal sebenarnya akan lebih mahal jika ikut jalan biasanya.
Kemudian jalan yg biasa sebenarnya tidak diperuntukkan untuk angkutan berat dan jika angkutan berat itu terus menerus digunakan maka jalan itu akan cepat rusak.
Oleh karena itu angkutan berat dari bitung manado wajib ikut jalan tol dan begitu pula dengan kendaraan biasa masih lebih murah, lebih efisien jika ikut jalan tol.
Memang saat ini kendaraan belum berjalan full karena pandemi covid belum selesai tapi suatu saat nanti kendaraan banyak dan adanya tambahan kendaraan baru tol ini akan menjadi alternatif pilihan utama. (Art)
• Profil Dekan Fakultas Hukum Unsrat Emma Senewe
• Sosok Masran Sadindro Aktor Figuran yang Sering Perankan Polisi, Pekerjaan Sebenarnya Sangat Mulia
• Olly Dondokambey Lobi Jokowi Buka lagi Penerbangan Manado-Cina Usai Covid Berlalu