Kunjungan Presiden RI
Terkait Penggunaan Jalan Tol untuk Mobil Tonase Besar, Ini Harapan Warga Bitung ke Presiden Jokowi,
Penggunaan jalan tol Manado Bitung, khususnya di segmen Bitung Danowudu diharapkan bisa menekan dan mengantisipasi terjadinya kemacetan.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID – Bakal diresmikannya jalan tol Manado Bitung dari kilometer 26+350 sampai 39+800 oleh Joko Widodo Presiden RI Jumat (25/2/2022) besok.
Panjanganya dari seksi Danowudu sampai seksi Bitung,
Penggunaan jalan tol Manado Bitung, khususnya di segmen Bitung Danowudu diharapkan bisa menekan dan mengantisipasi terjadinya kemacetan hingga peristiwa kecelakaan lalu lintas tragis.
Seperti yang terjadi Jumat (18/2/2022), pasangan suami istri mengalami kecelakaan lalu lintas tragis dan meninggal dunia.
Sang suami yang meninggal tragis dalam lakalantas melibatkan kendaraan bertonase besar, adalah seorang wartawan senior.
Sementara sang istri seorang aparatur sipil negara, di lingkungan Pemerintah Kota Bitung.
Menurur Muzaqir Boven, warga Kota Bitung yang keseharian lalu lalang di jalan protokol maupun jalan arteri di Bitung.
Keberadaan kendaraan bertonase besar, yang melintas hampir setiap jam dalam sehari kerap membuat terjadi kecamacetan.
Apalagi dengan tidak adanya regulasi jelas, dari pemerintah terkait dengan waktu beroperasinya kendaraan bertonase besar.
“Di momen peresmian jalan Tol Manado Bitung seksi Danowudu Bitung, oleh Pak Presiden Jokowi. Kami masyarakat Bitung meminta agar pak Presiden menghimbau hingga mengarahkan kendaraan bertonase besar lewat jalan tol,” kata Muzaqir Boven Kamis (24/2/2022).
Menurut Polo Boven sapaan akrabnya, keberadaan kendaraan bertonase besar yang lalu lalang di jalan protokol dan arteri tanpa di batasi dengan regulasi atau aturan, satu diantara dampaknya kemacetan.
Keberadaan mereka di jalan, menyulitkan dan memperlambat kendaraan lainnya.
Apalagi ketika akan mendahului, sementara disaat bersamaan harus menunggu kendaraan dari arah berlawanan kosong.
Untuk itulah pria yang kerap memberikan kritik, masukan terhadap kebijakan pemerintah ini menaruh harapan besar agar keinginan masyarakat Bitung agar kendaraan bertonase besar lewat jalan tol bisa terwujud.
Jalan arteri atau jalan di Kota Bitung, yang kerap menimbulkan kemacetan hampir di temukan disepanjang jalan dari Sagerat sampai pusat kota Bitung.