Berita Sulut

Januari 2022, Pendapatan APBN di Sulut Rp 256 Miliar, Bea Keluar Naik 251 Persen

Pendapatan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Sulut pada Januari 2022 mencapai Rp 256,74 miliar.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Dok. DJPb Sulut
Asset and Liability Committee (ALCO) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sulut yang dipimpin Kakanwil, Ratih Hapsari Kusumawardani yang berlangsung virtual, Rabu (23/02/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pendapatan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Sulut pada Januari 2022 mencapai Rp 256,74 miliar.

Pendapatan ini menurun daripada di Januari 2021 lalu sebesar 16,82 persen.

Penurunan terbesar di Pajak Pertambahan Nilai, yaitu turun 45,59 persen dibandingkan dengan periode Januari 2021.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sulut, Ratih Hapsari Kusumawardani melalui Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II B, Dicky Zakharia Iman menjelaskan, Pajak Pertambahan Nilai ini berasal dari transaksi perdagangan barang dan jasa di Sulawesi Utara yang relatif menurun pada bulan Januari 2022.

"Pajak Pertambahan Nilai memberikan kontribusi senilai 38,2 persen dari total penerimaan pajak diikuti oleh PPh Pasal 21 sebesar 30,6 persen dari total penerimaan pajak," jelas Zakharia kepada Tribunmanado.co.id, Rabu (23/02/2022).

Namun di sisi lain, adanya kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) memberikan dampak terhadap pendapatan APBN berupa Bea Keluar yang meningkat 251,33 persen dibandingkan periode Januari 2021.

Nilai Bea Keluar periode Januari 2022 adalah Rp 10,39 miliar. Kenaikan Bea Keluar ini tidak disebabkan oleh volume ekspor CPO, karena secara volume, CPO mengalami penurunan volume daripada Januari 2021 senilai 11,94 persen.

Pada sisi Belanja APBN di periode Januari 2022 dibandingkan Januari 2021 mengalami penurunan senilai 74,65 persen menjadi Rp. 198,22 miliar.

"Penurunan terbesar berada pada Belanja Modal," katanya dalam Asset and Liability Committee (ALCO) Kanwil DJPb Sulut yang berlangsung virtual.

Penurunan juga terjadi di belanja lainnya yang disebabkan adanya adaptasi penerapan aplikasi SAKTI untuk seluruh Satuan Kerja di
Indonesia.

Kembali ke kenaikan harga CPO, CPO ini juga merupakan pembentuk ekspor yang besar, walaupun nilai ekspor dengan angka sementara dari BPS menurun dari bulan Desember 2021 sebesar 45,74 persen.

Ekspor Sulut pada bulan Januari 2022 bernilai 60,64 juta dollar dan didominasi oleh komoditas minyak dan lemak hewan/nabati senilai 35,69 juta dollar atau 58,86 persen dari total ekspor.

Penurunan juga terjadi di impor pada Bulan Januari 2022. Bulan Januari 2022 impor Sulawesi Utara bernilai 8 juta dollar.

Nilai ini didominasi oleh impor mesin dan peralatan mekanis senilai USD 4,05 Juta atau 50,60 persen dari total impor.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved