Tribun Religi
Rabi Yaakov Baruch: Yahudi Bukan Agama Dakwah
Rabi Yaakov Baruch adalah Pemimpin Komunitas Yahudi di Sulawesi Utara. Ia memimpin Komunitas Yahudi di Sulut sejak tahun 2004.
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Yaakov menuturkan, dalam konsep agama Yahudi, semua orang di luar Yahudi bisa masuk surga.
"Siapa saja," ujar dia.
Umat Yahudi percaya Tuhan menciptakan manusia dengan visi yang berbeda-beda.
"Keseimbangan ini sudah dijaga oleh Tuhan. Jadi kita tidak mencari pengikut," terang dia.
Tentang Yaakov Baruch
Rabi Yaakov Baruch (40) dilahirkan pada tanggal 14 November 1982 di Jakarta dari keluarga yang pluralis.
Ayahnya, Toar Palilingan adadalah penganut Kristen Protestan dan bersuku Minahasa.
Sementara ibunya Cilia Damopolii adalah penganut Islam dan bersuku Mongondow.
Hidup dalam keluarga yang menjujung tinggi toleransi membuat Yaakov tumbuh sebagai pribadi yang open minded.
Ia bergaul dan dekat dengan siapa saja.
Keputusannya untuk kembali ke agama nenek moyangnya, Yahudi, muncul pertama kali saat ia bercerita dengan nenek sebelah ibunya, Sylvia Van Beugen.
Waktu itu, Yaakov masih duduk di bangku SMP. Neneknya memberitahukan kepada Yaakov bahwa ia adalah keturunan Yahudi.
Dari cerita nenek itulah ia kemudian serius menelusuri silsilah keluarganya.
Ia lantas mendapati kenyataan, bahwa kakek buyut dari garis keturunan ibunya adalah Elias van Beugen yang merupakan imigran Yahudi Belanda.
Namun sudah sejak lama keluarga ibunya berpindah dari agama Yahudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ibadah-umat-yahudi-di-sinagoga-shaar-hashamayim-tondano-barat.jpg)