Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Religi

Rabi Yaakov Baruch: Yahudi Bukan Agama Dakwah

Rabi Yaakov Baruch adalah Pemimpin Komunitas Yahudi di Sulawesi Utara. Ia memimpin Komunitas Yahudi di Sulut sejak tahun 2004.

Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Rizali Posumah
Ibadah umat Yahudi di Sinagoga Shaar HaShamayim, Tondano Barat, Kabupaten Minahasa. 

Yaakov menuturkan, dalam konsep agama Yahudi, semua orang di luar Yahudi bisa masuk surga.

"Siapa saja," ujar dia. 

Umat Yahudi percaya Tuhan menciptakan manusia dengan visi yang berbeda-beda.

"Keseimbangan ini sudah dijaga oleh Tuhan. Jadi kita tidak mencari pengikut," terang dia. 

Tentang Yaakov Baruch

Rabi Yaakov Baruch (40) dilahirkan pada tanggal 14 November 1982 di Jakarta dari keluarga yang pluralis.

Ayahnya, Toar Palilingan adadalah penganut Kristen Protestan dan bersuku Minahasa.

Sementara ibunya Cilia Damopolii adalah penganut Islam dan bersuku Mongondow. 

Hidup dalam keluarga yang menjujung tinggi toleransi membuat Yaakov tumbuh sebagai pribadi yang open minded. 

Ia bergaul dan dekat dengan siapa saja. 

Yaakov Baruch dalam doa di sinagoga di Tondano
Yaakov Baruch dalam doa di sinagoga di Tondano (Hindustan Times)

Keputusannya untuk kembali ke agama nenek moyangnya, Yahudi, muncul pertama kali saat ia bercerita dengan nenek sebelah ibunya, Sylvia Van Beugen. 

Waktu itu, Yaakov masih duduk di bangku SMP. Neneknya memberitahukan kepada Yaakov bahwa ia adalah keturunan Yahudi. 

Dari cerita nenek itulah ia kemudian serius menelusuri silsilah keluarganya.

Ia lantas mendapati kenyataan, bahwa kakek buyut dari garis keturunan ibunya adalah Elias van Beugen yang merupakan imigran Yahudi Belanda.

Namun sudah sejak lama keluarga ibunya berpindah dari agama Yahudi.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved