Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Religi

Rabi Yaakov Baruch: Yahudi Bukan Agama Dakwah

Rabi Yaakov Baruch adalah Pemimpin Komunitas Yahudi di Sulawesi Utara. Ia memimpin Komunitas Yahudi di Sulut sejak tahun 2004.

Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Rizali Posumah
Ibadah umat Yahudi di Sinagoga Shaar HaShamayim, Tondano Barat, Kabupaten Minahasa. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - “Yahudi bukanlah agama misionari atau dakwah. Masuk boleh tapi lewat proses yang sulit,” ujar Rabi Yaakov Baruch saat bincang-bincang dengan Tribun Manado.

Rabi Yaakov Baruch adalah Pemimpin Komunitas Yahudi di Sulawesi Utara (Sulut). 

Ia memimpin Komunitas Yahudi di Sulut sejak tahun 2004. 

Indonesia Museum Holocaust di Tondano Barat, Kabupaten Minahasa.
Indonesia Holocaust Museum di Tondano Barat, Kabupaten Minahasa. (tribunmanado.co.id/Rizali Posumah)

Pada Sabtu 12 Februari 2022 Tribun Manado mendatanginya di komplek Sinagoga Shaar HaShamayim, di Kelurahan Watulambot, Tondano Barat, Kabupaten Minahasa.

Setelah ibadah, Rabi Yaakov mengajak kami mengunjungi Indonesia Holocaust Museum, yang diresmikan pada 27 Januari 2022 di Hari Peringatan Holocaust Internasional.

Museum itu persis berdekatan dengan Sinagoga. 

Di sana Rabi Yaakov bercerita tentang komunitas Yahudi di Sulawesi Utara kepada Tribun Manado.

Kata dia, keturunan Yahudi di Sulawesi Utara itu sebenarnya banyak sekali. 

Keturunan ini berasal dari Yahudi Belanda yang datang ke Indonesia termasuk di Sulawesi Utara pada masa kolonial. 

Rabi Yaakov Baruch saat bincang-bincang dengan Tribun Manado di Indonesia Holocaust Museum, Tondano, Minahasa, Sabtu (12/2/2022).
Rabi Yaakov Baruch saat bincang-bincang dengan Tribun Manado di Indonesia Holocaust Museum, Tondano, Minahasa, Sabtu (12/2/2022). (tribunmanado.co.id/Rizali Posumah)

"Beberapa persen dari orang Belanda itu adalah orang Yahudi. Cuma angka estimasi pasti saya tidak punya. Saya tidak berani berspekulasi ya, karena seorang akdemis," ujar dia. 

Tidak semua dari para keturunan Yahudi ini menganut agama Yahudi. Hanya beberapa yang merasa terpanggil. Rabi Yaakov termasuk di antara mereka yang merasa terpanggil untuk kembali ke Yahudi. 

Namun, kata dia, di Sulut ada beberapa orang yang bukan keturunan Yahudi yang konversi atau memeluk agama Yahudi. 

"Kurang lebih umat Yahudi di Sulawesi Utara itu ada sekitar 30-an orang," ujar dia. 

Proses masuk agama Yahudi tidak mudah. Kata Rabi Yaakov, siapa yang ingin masuk agama Yahudi maka dia akan ditolat tiga kali selama 6 tahun. 

"Yahudi itu bukan agama misionari atau agama dakwah. Masuk boleh tapi lewat proses yang sulit. Kalau dia memang serius baru kemudian dia bisa diterima," ujar dia.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved