Sosok Tokoh

Sosok Letkol Frega Ferdinand Wenas, Dulu Jadi Kaspri Pangkostrad, Kini Jabat Dandim Jakarta Utara

Saat ini Letkol Frega Ferdinand Wenas menjabat Dandim 0502/Jakarta Utara. Letkol Frega Ferdinand Wenas memiliki banyak prestasi.

Editor: Ventrico Nonutu
Kolase Tribun Manado / Istimewa
Letkol Frega Ferdinand Wenas. 

Brigjen TNI Rudy Saladin lahir 17 September 1975.

Ia adalah seorang perwira menengah TNI-AD Yang Saat ini menjabat Komandan Korem 061/Suryakancana.

Rudy, tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting.

Dia adalah mantan Ajudan Presiden RI Joko Widodo.

Dia kemudian menjabat Komandan Korem 074/Warastratama, dan terakhir sebagai Komandan Korem 061/Suryakancana.

Riwayat Pendidikan:

- SMA Taruna Nusantara (1991-1994)

- Akademi Militer (1997)

- Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat di US Army Command and General Staff College Fort Leavenworth, Amerika Serikat

- Advanced Infantry Officers Course (sekolah lanjutan perwira) i SAFTI Singapura tahun (2003)

- S-2 Hubungan Internasional di Webster University St. Louis, Missouri, Amerika Serikat

Riwayat Jabatan:

- Danton Yonif Linud 328/Dirgahayu

- Danki Yonif Linud 328/Dirgahayu

- Perwira Staf Operasi

- Kasi Brigif Linud 17/Kujang I

- Wadan Yonif Linud 330/Tri Dharma

- Pabandya Ops Kodam VI/Mulawarman

- Danyonif 613/Raja Alam

- Dandim 1008/Tanjung Tabalong

- Waaspers Kasdivif 1/Kostrad

- Sespri Kasad

- Danbrigif 6/Trisakti Baladaya[2][3] (2017—2018)

- Asops Kodam VI/Mulawarman (2018—2019)

- Ajudan Presiden RI (2019—2021)

- Komandan Korem 074/Warastratama (2021—2022)

- Komandan Korem 061/Suryakancana (2022—Sekarang)

Lulusan Terbaik Sekolah Militer di AS

Perwira TNI lain yang juga jadi lulusan sekolah militer AS adalah Kapten Inf Teddy Indra Wijaya.

Ia berhasil menjadi lulusan terbaik US Army Infantry School di Fort Benning, Amerika Serikat

Bahkan, ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menyabet tiga penghargaan sekaligus

Melansir dari laman resmi TNI AD, hal tersebut disampaikan Atase Militer Darat RI untuk Amerika Serikat, Kolonel Inf Hendri, dalam rilis tertulisnya di Washington DC, Selasa (26/11/2019)

Diungkapkan oleh Athan, sekolah yang ditempuh selama 5 bulan ini adalah sekolah wajib bagi seluruh perwira Infantry US Army baik dari West Point (Military Academy), ROTC (The Reserve Officer Training Corps) dan OCS (Officer Candidate School).

“Sekolah ini meluluskan 185 perwira siswa yang terdiri dari 171 US Army dan 14 Siswa Asing yakni dari Indonesia, Ukraina, Albania, Kosovo, Georgia, Lebanon, Saudi Arabia, Jordania, Nepal dan Chad Afrika,” ungkap Hendri.

Pada kesempatan tersebut, Kapten Teddy yang sehari-hari bertugas sebagai ajudan presiden Jokowi ini berhasil lulus sebagai International Honor Graduate Award

International Honor Graduate Award merupakan penghargaan bagi siswa international yang meraih nilai tertinggi selama pendidikan.

“Dari 14 orang Siswa Asing, ia terpilih sebagai yang terbaik,” terang Hendri.

Disamping itu, Kapten Teddy juga berhasil mendapat dua penghargaan tambahan yaitu Commandant List Award yakni siswa yang masuk 20% peringkat akademik & jasmani dengan meraih peringkat ke 30 dari 185 siswa.

“Dan yang lebih hebatnya ia juga berhasil mendapat Gold APFT (Army Physical Fitness Test) atau Nilai Jasmani 100%,” tegas Alumni Akmil 1997 tersebut.

“Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi siswa Indonesia di dunia internasional,” pungkasnya.

Meskipun pangkatnya sebagai prajurit TNI AD belum terlalu tinggi, Kapten Teddy selalu berada dekat dengan Jokowi.

Melansir dari Tribun Solo dalam artikel 'Cerita Komandan Paspampres di Balik Momen Presiden Jokowi Hadiri Acara Siraman Asisten Ajudannya', Alumni Akademi Militer tahun 2011pernah bercerita soal pengalaman menjadi orang paling dekat dengan presiden.

Dalam wawancara yang dilakukan di halaman Istana Bogor tersebut, Kapten Teddy menjelaskan dirinya dan Iptu Syarif harus menjalani seleksi yang panjang hingga terpilih.

"Kami diseleksi dari masing masing angakatan kemudian saya terpilih dari TNI, Syarief dari kepolisian," kata Teddy.

Teddy mengaku sama sekali tidak pernah terpikirkan menjadi ajudan presiden.

Keduanya pun menjelaskan perbedaan ajudan presiden dengan Pasukan Pengaman Presiden atau Paspampres.

"Kalau paspampres pengamanan kalau kita kegiatan bapak sehari hari, sehingga bapak bekerja lancar dan nyaman," kata Teddy.

Menurut Teddy berbagai hal yang dilakukan Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan ke daerah.

"Pertama tiba di kota tujuan bisa melakukan macam-macam, bisa dimulai dari pembagian kartu indonesia pintar (KIP). sertifikat tanah peresmian atau peninjauan. break saat makan siang," kata Teddy.

Presiden Jokowi kata Teddy juga melakukan sejumlah hal saat istirahat.

"Kalau sendiri atau sudah selesai kegaitan, nonton Youtube, baca berita, buka sosial media bacain direct massage (DM) yang dikirim tuh bapak baca lho."

"Oh ini apa nih, coba dicek bener enggak keluhan yang ngirim tadi," kata Teddy.

Telah tayang di Surya.co.id

Berita Terkait

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved