Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Cara Baru Deteksi Virus Corona, Bisa Gunakan Kamera Ponsel

Inilah cara terbaru untuk mendeteksi adanya virus corona atau covid 19. Salah satu yang digunakan adalah kamera ponsel. 

Tayang:
Kolase Tribun Manado
Covid 19. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah cara terbaru untuk mendeteksi adanya virus corona atau covid 19. 

Salah satu yang digunakan adalah kamera ponsel. 

Begini cara melakukannya, sesuai dengan penemuan terbaru sekelompok peneliti asal University of California, Santa Barbara, AS. 

Baca juga: Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi Kamis 3 Februari 2022, Ini Daftar Perairan Patut Waspada

Baca juga: Tanda di Tubuh Saat Covid 19 Omicron Sudah Menyerang, Ini Gejalanya

Baca juga: Gempa Dekat Bengkulu Pagi Pukul 07.16 WIB Kamis 3 Februari 2022, Info Terkini

Ilustrasi kamera ponsel

Ilustrasi kamera ponsel (Istimewa/HO)

Beginilah cara baru untuk mendeteksi virus SARS-Cov-2 (Covid-19) dan Influenza.

Cara ini ditemukan oleh peneliti asal University of California, Santa Barbara, AS.

Melalui metode bernama smaRT-LAMP, nantinya tes Covid-19 dapat dilakukan dengan mengandalkan bantuan kamera ponsel.

Menariknya, tes smaRT-LAMP diklaim mampu menawarkan harga yang lebih terjangkau dan memiliki tingkat akurasi yang setara dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Penemuan tersebut dijelaskan dalam sebuah jurnal yang diterbitkan 28 Januari 2022 lalu melalui situs JAMA Network Open.

Dalam praktiknya, pengujian smaRT-LAMP juga mengandalkan sebuah aplikasi bernama Bacticount yang memanfaatkan kamera belakang ponsel untuk bisa mendeteksi adanya patogen yang terdapat pada cairan liur manusia.

Gejala Varian Covid 19 Omicron.

Gejala Varian Covid 19 Omicron. (Freepik)

Pengujian smaRT-LAMP menggabungkan kombinasi antara kamera ponsel, aplikasi Bacticount, sebuah heat block, piringan panas (hot plate), lampu LED, serta kotak kardus untuk mengisolasi sampel.

Untuk bisa mendeteksi virus Covid-19, para peneliti memasukkan sampel air liur manusia ke dalam alat tes yang ditaruh di atas piringan panas.

Selanjutnya, peneliti menuangkan larutan khusus untuk memperkuat RNA virus yang kemungkinan terdapat pada sampel air liur.

Proses ini juga dikenal dengan nama Loop-mediated Isothermal Amplification atau disingkat menjadi LAMP.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved