Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Maut Pukul 09.00 WIB, 2 Tewas dan 11 Orang Jadi Korban, Mobil Terjun ke Jurang 20 Meter
Terjadi kecelakaan maut di Jalan Raya Sukamantri-Panjalu, Dusun Simpar, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Ciamis, Jawa Barat pada kemarin hari Minggu.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jalan Raya Sukamantri-Panjalu, Dusun Simpar, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Ciamis, Jawa Barat pada kemarin hari Minggu pagi.
Kecelakaan itu melibatkan kendaraan mobil yang mengalami kecelakaan tunggal.
Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan 2 orang penumpang tewas.
Baca juga: Gempa Tadi Pukul 09.30 Senin 31 Januari 2022, Guncang Kekuatan Magnitudo 3.4 SR
Baca juga: Gempa Terkini Guncang Lampung Senin (31/01/22) Info BMKG, Ini Skala Magnitudo
Baca juga: Sosok Kombes Dicky Sondani, Polisi yang Ungkap Kematian Soeharto Tanpa Berbohong, Dapat Penghargaan
Foto: Kecelakaan maut yang menimpa rombongan keluarga asal Sindangpanji Cikijing Majalengka di Simpar Panjalu Ciamis, Minggu (30/1) pukul 09.00 WIB. (Dok Polsek Panjalu)
Saat mobil kijang E 1737 KT yang membawa rombongan keluarga terperosok terbang masuk jurang sedalam 20 meter di Simpar Atas sisi jalan raya Sukamantri-Panjalu, Minggu (30/1) pukul 09.00 kondisi mobil penuh penumpang.
Ketika mobil terdampar di dasar jurang, sisi kebun milik Cidin (50) di dasar jurang tebing jalan tersebut, bagian mobil yang pertama membentur tanah adalah bodi bagian kanan.
Kondisi mobil seperti oleng, bagian pintu dekat sopir menghimpit tanah.
Dua roda mencuat ke atas.
“Kami warga langsung berdatangan ke lokasi mobil yang sudah terdampar di sisi kebun hanya sekitar 20 meter dari halaman rumah saya.
Kondisinya mengerikan, seluruh penumpang menumpuk di kabin depan mobil, kabin sopir,” ujar Cidin (50) warga Simpar Atas Rt 68 RW 23 Dusun Simpar Panjalu kepada Tribun Minggu (30/1).
Menurut Cidin, hampir seluruh penumpang menumpuk di bagian kabin depan.
Tidak ada yang terjepit kabin, cuma penumpukan di kabin depan.
Warga yang berdatangan bersama petugas ramai-ramai mengevakuasi satu persatu korban.
Sekaligus menarik posisi mobil yang miring ke atas, ke posisi normal.