Breaking News
Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Permainan Ular Tangga, Sejarah hingga Diadapatasi sebagai Alat Pengajaran Agama

Dikutip Ancient Origins, permainan Ular Tangga dikenal sebagai Gyan Chaupar yang artinya permainan pengetahuan.

Editor: Rizali Posumah
CC BY-SA 3.0 dan Doug Bierend/Unsplash
Gambar permainan ular tangga zaman modern dan zaman India kuno. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hingga kini permainan ular tangga masih digemari dan dicintai anak-anak di seluruh dunia. 

Meski begitu, ternyata permainan ular tangga asal-usulnya kurang dikenal orang. 

Permainan ini sendiri berasal dari kebudayaan India kuno

Pada masa lalu, permainan ular tangga tidak dimainkan hanya untuk hiburan, tetapi juga memiliki dimensi filosofis.

Permainan Pengetahuan

Dikutip Ancient Origins, permainan Ular Tangga dikenal sebagai Gyan Chaupar yang artinya permainan pengetahuan.

Permainan ini sudah dimainkan di India pada awal abad ke-2 Masehi.

Permainan ini pertama kali diperkenalkan oleh Dnyaneshwar atau dikenal juga sebagai Dnyandev, seorang Santo Marathi yang hidup pada abad ke-13 Masehi.

Permainan papan dadu ini menjadi populer di kalangan anak-anak India kuno.

Gyan Chaupar sama dengan permainan ular tangga, namun papan dan tujuan permainannya dapat dikatakan sangat berbeda.

Di papan Ular Tangga modern, jumlah kotak di Gyan Chaupar dapat bervariasi.

Satu versi papan ini, misalnya, berisi 72 kotak, sementara yang lain memiliki 100. Perbedaan utama antara versi tradisional dan modern ini adalah bukan sekadar mengajarkan persaingan kekalahan atau kemenangan.

Permainan ini sangat menekankan pada karma, prinsip Hindu tentang sebab dan akibat. ngga mewakili kebajikan seperti iman, kedermawanan dan kerendahan hati.

Sementara, ular mewakili sifat buruk seperti kemarahan, nafsu dan keserakahan. Kotak terakhir mewakili Tuhan atau surga yang menandakan kita telah mencapai pembebasan.

Sementara itu, tangga memiliki pesan bahwa perbuatan baik akan membawa menuju surga.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved