Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sitaro

Sitaro Belum Miliki Alat Pendeteksi Tsunami, Hanya Berharap Informasi BMKG

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kerap dilanda bencana alam.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Octavian Hermanses/Tribun manado
Kalak BPBD Sitaro, Joicson Sagune 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kerap dilanda bencana alam.

Masuk pada jalur cincin api pasific atau ring of fire, bencana alam seperti letusan gunung api hingga gempa bumi menjadi langganan di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Sayangnya, hingga kini daerah berjuluk Bumi Karangetang Mandolokang Kolo-Kolo (Karamando) itu belum dilengkapi peralatan memadai guna mendeteksi potensi bencana alam semisal Early Warning Sistem (EWS) Tsunami.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro, Joickson Sagune mengatakan pihaknya masih mengandalkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mendeteksi potensi tsunami pasca gempa bumi.

"Sampai saat ini kami masih bergantung pada informasi BMKG terkait adanya potensi tsunami saat ada gempa bumi," kata Sagune saat ditemui tribunmanado.co.id di ruang kerjanya, Rabu (19/1/2022).

Menurut Sagune, ketika terjadi gempa bumi, pihaknya langsung menyampaikan informasi kepada seluruh kepala-kepala wilayah, khususnya yang berada di daerah pesisir pantai untuk bersiaga.

"Ketika ada peringatan dini tsunami dari BMKG, kami langsung meneruskan itu kepada setiap kepala-kepala wilayah untuk keperluan proses evakuasi ke tempat yang lebih aman," ungkap Sagune.

Dalam upaya kesiap-siagaan, Sagune bilang pihaknya memiliki rencana untuk mengadakan peralatan teknologi untuk mendeteksi potensi terjadinya berbagai bentuk bencana alam termasuk pendeteksi tsunami.

"Dalam rencana program kegiatan memang ada (pengadanaan alat pendeteksi bencana), tapi memang anggaran kita sangat terbatas, apalagi saat ini kita masih fokus dengan upaya penanganan Covid-19," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak BPBD Sitaro terus gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh warga masyarakat terkait mitigasi bencana alam.

"Salah satu program yang kini kita genjot untuk meningkatkan kewaspadaan di masyarakat adalah desa tangguh bencana. Dengan ini diharapkan akan tumbuh kesadaran masyarakat dalam hal kesiap-siagaan menghadapi bencana alam," kuncinya. (HER)

Tentang Sitaro

Sitaro adalah singkatan dari Siau Tagulandang Biaro.

Sitaro merupakan salah satu Kabupaten Kepulauan di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. 

Kabupaten yang beribukota di Ondong Siau ini memiliki luas total 275,96 km2.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved