Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Kesehatan

Kanker Ovarium Ternyata Lebih Beresiko Dialami Wanita Tak Pernah Hamil, Kenali dengan Metode 10 Jari

Sayangnya, kesadaran soal penyakit ini di kalangan perempuan masih rendah jika dibandingkan jenis kanker lainnya.

Editor: Aldi Ponge
express.co.uk
Ilustrasi kanker ovarium 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wanita tak pernah hamil ternyata lebih beresiko terkena kanker ovarium.

Diketahui, Kanker ovarium adalah salah satu penyakit mematikan yang mengintai para perempuan.

Hasil riset menyebutkan, satu dari 78 perempuan berisiko menderita kanker ovarium dalam salah satu fase hidupnya.

Sayangnya, kesadaran soal penyakit ini di kalangan perempuan masih rendah jika dibandingkan jenis kanker lainnya.

Pemahaman yang terbatas ini membuat risiko kematian kanker ovarium lebih tinggi karena lambatnya penanganan.

Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) Dr. dr. Brahmana Askandar, SpOG(K), K-Onk mengungkapkan, satu diantaranya adalah angka kelahiran atau paritas rendah.

Artinya wanita yang tidak pernah hamil lebih berisiko terkena kanker ovarium.

"Angka kelahiran rendah, ketika ada dua perempuan yang satu anaknya 5, yang satu tidak pernah hamil sama sekali maka risiko lebih pada yang tidak hamil sama sekali," kata dia dalam webinar yang bertajuk “Kampanye 10 Jari: Bersama Kita Bisa Menghadapi Kanker Ovarium”, Kamis (13/1/2022).

Ia mengatakan, pada orang yang belum pernah hamil maka akan terus menerus mengalami haid. Berarti mengalami ovulasi atau pecahnya sel telur.

Hal ini terbilang normal pada setiap wanita, namun perlu diingat dalam proses pecahnya sel telur dapat merusak permukaan ovarium.

Sementara pada wanita yang hamil, maka proses ovulasi akan terhenti sementara selama 9 bulan dan bahkan terkadang hingga fase menyusui.

"Karena saat memgandung 9 bulan tidak menghasilkan telur. Berbeda dengan yang tidak pernah hamil produksi telur sepanjang waktu maka berisiko lebih tinggi," ujarnya.

Selain angka kelahiran rendah, faktor risiko lainnya adalah memiliki riwayat kista endometrium; memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium dan/atau kanker payudara; mutasi genetik (misalnya BRCA);
gaya hidup yang buruk; dan pertambahan usia.

"Wanita usia lanjut usia 60 lebih berisiko dibanding usia 20 tahun semakin tua semakin ada risiko kanker ovarium," tegas Brahmana.

Ia mengatakan, dalam pratik sehari-hari yang ia lakukan 80 persen pasien kanker terdiagnosis stadium lanjut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved