Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Kesehatan

Kenali Gejala DBD Sejak Dini, Ini Tips Dokter Valencia Theno

dr Valencia Junita Theno Sp.A memberikam tipsnya agar masyarakat bisa mengetahui gejalanya.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan
dr Valencia Junita Theno Sp.A 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Demam Berdarah Dengue (DBD), bisa saja mengancam anak-anak jika tidak dilakukan pencegahan atau mengenali gejalanya sejak dini. 

dr Valencia Junita Theno Sp.A memberikam tipsnya agar masyarakat bisa mengetahui gejalanya.

"Jadi sebagai masyarakat harus lebih peka dengan gejala DBD ini," katanya, Kamis (13/1/2022). 

Kata dia, DBD itu pasti ada infeksinya. Jadi biasanya ada keluhan panas yang harus diperhatikan. 

"Apalagi jika panasnya tinggi terus menerus dan sudah berlangsung sekitar 1 sampai 4 hari, itu harus diwaspadai," tegasnya. 

Kata dia, biasanya orangtua hanya melihat hari kelima panas anaknya sudah turun, pasti sudah sembuh padahal itulah gejala DBD. 

Tapi kadang-kadang baginya, ada orangtua yang tidak tahu dan sering kecolongan disitu. 

"Jadi sebagai orangtua, kakak beradik dan keluarga kita, harus lebih peka jika ada saudara yang panasnya sudah lebih dari empat hari supaya langsung dibawah ke dokter atau puskesmas terdekat," ajaknya. 

Untuk pencegahan awal menurutnya, kalau panas anak 37.5 anak masih aktif, belum langsung memberikan obat anti penurun panas. 

Tapi kalau sudah panasnya 38 dan anak mulai lemah baru bisa memberikan obat penurun panas. 

"Tapi harus tetap diperhatikan, kalau sudah memberikan obat penurun panas lalu panasnya turun tapi naik lagi itu gejala DBD yang harus diwaspadai juga," tambahnya. 

Jadi sebagai masyarakat dokter muda 33 tahun ini harap untuk melakukan pencegahan 3M+. 

"3M+nya adalah, menguras penampungan air tapi bukan hanya yang besar tapi juga yangbkecil, misalnya dispenser yang hanya dilewati padahal itu tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk. 

Menutup penampungan air dan menguras barang bekas atau mengubur benda-benda yang tidak terpakai. 

Selain itu plusnya, kita harus memakai lotion untuk mencegah gigitan nyamuk, kemudian pakai kelambu di rumah," ucapnya. 

Yang paling penting disampaikannya, jangan suka menggantung pakaian di belakang pintu yang biasanya dilakukan orangtua dan kakak karena itu tempat berkumpulnya nyamuk. 

"Terakhir kita harus melalukan foging, kalau sudah ada keluarga atau tetangga yang terkena, segera laporkan ke kepala jaga untuk segera foging. 

Biasanya kalau rumput di rumah tidak apa-apa asalkan jangan sampai tergenang air, tapi sebaiknya dirapikan. 

Tetap ingat, kesehatan anak itu nomor 1, jadi kalau ada yang sakit atau tidak enak badan jangan ragu-ragu untuk berobat ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. 

Tetap waspada dan rajin konsultasi dengan tenaga kesehatan," pungkasnya. (fis) 

Jokowi Diharapkan Dorong Prabowo Kembali Jadi Capres 2024, Gerindra: King Maker yang Paling Kuat

Almarhum Alan Mokoagow Korban PETI di Atoga Boltim Tinggalkan 4 Orang Anak yang Masih Kecil

Akui Sudah Pisah, Kalina Ocktaranny Minta Maaf ke Vicky Prasetyo

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved