Tiga Senjata Terbaru Milik Rusia, Ada Rudal Hipersonik Mampu Hancurkan Target Sejauh 2000 Kilometer
Setiap tahun, militer Rusia menerima pesawat baru, kendaraan Tank baru, kapal perang baru, kapal selam baru, dan 2022 tidak akan terkecuali.
TRIBUNMANADO.CO.ID-Rusia merupakan negara yang terkenal sangat kuat dengan kekuatan militernya.
Mereka terus mengembangkan persenjataan mereka. Kini mereka sudah memiliki rudal hipersonik.
Rudal yang mempunyai daya ledak tinggi dan mulai digunakan tahun ini.
Baca juga: Rusia Sukses buat Obat Anti Covid Varian Delta dan Omicron, Diakui Perusahaan Farmasi Amerika

Pada tahun 2018, militer Rusia menandatangani perjanjian senilai 300 miliar dollar AS dengan produsen senjata tentang pembuatan senjata dan pengembangan senjata berteknologi tinggi hingga tahun 2027.
Setiap tahun, militer Rusia menerima pesawat baru, kendaraan Tank baru, kapal perang baru, kapal selam baru, dan 2022 tidak akan terkecuali.
Di bawah ini adalah daftar pembelian paling menonjol dari militer Rusia pada tahun 2022.
1. Pesawat tempur yang dilengkapi dengan rudal hipersonik
Baca juga: Orang Penting Rusia dan Menlu Amerika Datang Temui Jokowi, Pesawatnya Bersebelahan
Pertama, militer Rusia akan menerima pesawat tempur yang dilengkapi dengan rudal hipersonik. Hal itu diungkapkan Letnan Jenderal Andrey Yudin, Panglima Angkatan Udara Rusia pada akhir November 2021.
Pesawat dan rudal yang disebutkan Pak Yudin adalah pesawat tempur MiG-31 yang dipersenjatai dengan rudal supersonik Kh-47M2 'Kinzhal'.
"MiG-31 adalah pesawat tempur era Soviet, dipilih untuk mengintegrasikan senjata baru. Pilih pesawat ini karena dapat lepas landas lebih cepat dan terbang lebih tinggi daripada model lainnya," kata Ivan Konovalov, direktur pengembangan Foundation for the Promotion of 21st Century Technology.
Langit-langit penerbangan rata-rata yang dicapai oleh MiG-31 adalah 25 km.
Baca juga: Dulu Bule Rusia Ini Pernah Melarat Sampai Tak Bisa Makan, Kini Makmur Dinikahi Penyanyi Indonesia
Dari ketinggian ini, MiG-31 mampu mencapai target darat dan udara hingga 2.000 km jauhnya dengan rudal Kinzhal.
"Fitur menonjol dari rudal ini adalah kecepatan dan jarak yang dapat ditembakkan. Sederhananya, tidak ada sistem pertahanan udara Rusia atau asing modern yang dapat menembak jatuh target sejauh 2.000 km," kata Konovalov.
Menurut Konovalov, rudal Kinzhal dapat berakselerasi hingga Mach 10 (12.240 km/jam) dan tidak ada sistem anti-rudal yang dapat mencegatnya.
"Agar pencegat dapat menembak jatuh rudal lain di langit, pencegat itu harus lebih cepat dan mencegat rudal lain di langit mengikuti lintasannya. Tidak ada sistem pertahanan udara yang bisa melakukan itu," tambah Konovalov.