Tribun Manado Travel
Rumah Kopi Tikala di Manado, Ada Sejak 1932, Ganti Nama Gara-gara Orde Baru
Rumah Kopi Tikala yang sudah berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka, yaitu sekitar tahun 1932.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Di tengah kehadiran warung kopi modern di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) keberadaan warung kopi tradisional masih menjamur dan cukup laris.
Salah satunya adalah Rumah Kopi Tikala yang sudah berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka, yaitu sekitar tahun 1932.
Berbeda dari daerah lainnya, warung kopi atau kedai kopi di Sulut lebih dikenal dengan sebutan rumah kopi.
Awalnya, Rumah Kopi Tikala yang dimiliki oleh orang Tionghoa asli bernama Hui ini memiliki nama awal Rumah Kopi Kim Seng.
Namun saat Orde Baru (Orba) sang pemilik terpaksa mengganti namanya menjadi Rumah Kopi Tikala karena Orba tak mengizinkan nama apapun dengan nuansa Tionghoa.
Setelah meninggal, Hui mewariskan Rumah Kopi Tikala kepada Ko Bun atau Lucky Lumentah (59).
Rumah Kopi Tikala memiliki desain yang sederhana karena menggunakan bangunan yang juga sudah tua.
Tempatnya tak terlalu besar, hanya ada sekitar 12 meja.
Meski begitu, Rumah Kopi Tikala tak pernah sepi pengunjung meski di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Hal tersebut bisa dilihat dari meja yang selalu penuh dengan pengunjung.
"Tapi sempat tutup juga selama kurang lebih satu bulan waktu awal pandemi Covid-19 tahun 2020," ujar Ko Bun ketika ditemui Tribunmanado.co.id, Rabu (5/1/2022).
Rumah Kopi Tikala menyajikan kopi tradisional, yaitu kopi hitam dan kopi susu.
Susu yang digunakan adalah susu kental manis (SKM).
Penikmatnya pun beragam mulai dari aparatur sipil negara (ASN), polisi, pegawai kantoran biasa, hingga buruh kasar.
"Di sini semua orang membaur, bahkan tidak tampak yang mana pengelola rumah kopi maupun pengunjung karena kita duduk bersama," tambah Ko Bun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rumah-kopi-tikala-yang-terletak-di-jalan-sudirman-komo-luar-wenang.jpg)