Berita Bitung
DP3A Bitung Bakal Lakukan Pendampingan untuk Pelaku Kekerasan Pada Anak
Pemerintah Kota Bitung, melalui Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A) prihatin dengan dengan kasus dugaan kekerasaan
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pemerintah Kota Bitung, melalui Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A) prihatin dengan dengan kasus dugaan kekerasaan terhadap anak usia setahun.
Dengan tersangka tiga orang perempuan usia 17, 19 dan 20 tahun.
Menurut Meiva Woran Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kota Bitung, mengetahui peristiwa itu saat sudah viral di sosial media.
Pihaknya langsung mendatangi tersangka, pemilik rumah tempat kejadian perkara dan melihat kondisi korban.
"Memang apa yang mereka lakukan, bentuk gerakan yang berlebihan sehingga dinilai membahayakan si anak," kata Meiva Woran Kepala DP3A kota Bitung, saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Senin (3/12/2021).
Dalam kondisi flu dan batuk, mantan Kepala Bagian Hukum Setda Kota Bitung jni menyerahkan proses hukum ke kepolisian.
Namun pihaknya akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Polres Bitung, dalam hal ini satreskrim bidang perlindungan perempuan dan anak.
Dalam kaitannya dengan melakukan upaya pendampingan, karena diantara mereka ada yang masih berusia anak-anak.
"Kami juga mendapatkan fakta lainnya, bahwa diantara mereka ada yang sudah terbiasa mengurus dan menjaga anak-anak. Bahkan satu diantara dari tersangka merupakan pengasuh dan menjaga tumbuh kembang dari kakak korban," jelasnya.
Pihaknya juga menginformasikan kondisi dan kesdaan dari anak yang menjadi korban kekerasan, saat ini dalam keadaan baik.
Bahkan beberapa saat setelah kejadian, pihaknya melihat gerak gerik dari sang anak.
Ketika akan diajak untuk di gendong, sang anak dengan cepat pergi ke satu diantara pelaku dan mau digendong.
"Selain sudah ditetapkan tersangka, mereka juga sudah jalani sanksi sosial dari netizen di sosial media. Sehingga kami akan bermohon ke Polisi jntuk melakukan pembimbingan dan bertanggung jawab, membuat mereka bisa mengerti bahwa apa yang mereka lakukan tidak baik," jelasnya.
Dalam kasus ini juga, pihak DP3A juga mendapati fakta bahwa ketiga pelaku merupakan sosok pengasuh dan menjaga anak-anak dan beberapa orang lainnya.
Di tempat kejadian perkara, sebuah rumah milik gembala yang ada di Kelurahan Manembo-Nembo Atas Kecamatan Matuari Kota Bitung.
Atas kepedulian mereka mengurus dan mengasuh anak, sehingga sebagain hak dari pelaku yang masuk berstatus sebagai anak hilang karena aktifitas tersebut.
Satu diantara pelaku, perempuan masih berusia 17 tahun oleh warga sekitar tau persis aktivitasnya sebagai pengasuh dan menjaga anak.
Karena diantara rekan sebayanya, yang bergaul dan beraktivitas layaknya anak namun pelaku yang berusia 17 tahun memilih mengurus dan mengasuh anak.
"Beberapa tetangga kerap bercanda dengan seorang pelaku yang masih usia 17 tahun, di usianya yang anak-anak namun prilaku sudah seperti tante-tante yang sibuk mengurus anak kecil," kata dia.
Sementara itu terkait dengan kasus atau masalah yang merundung perempuan dan anak, Maurits Mantiri Wali kota Bitung berpesam agar segera dan cepat di respons oleh Dinas P3A kota Bitung.
Terkait dengan masalah terhadap perempuan dan anak, satu diantara sekian banyak penyampain walikota Bitung saat pimpin apel kerja perdana.
"Jadi untuk anak-anak yang nakal, masalah laporan suami dan istri langsung di tindaklanjuti.
Karena ini bingkai yang harus di tuntaskan supaya ada perubahan paradigma cara pandangan, yang akhir membuat kota Bitung bukan hanya membuat mereka tersenyum melainkan menjadi the beauty and the funcional city.
Kota yang indah dan sangat bermanfaat dalam kehidupan," urai Walikota Bitung.(crz)
Tentang Bitung
Kota Bitung adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara.
Jarak dari Bitung ke Manado Ibu kota Provinsi Sulut yakni 42,4 kilometer lewat Jalan Tol Manado - Bitung, atau sekitar 50 menit ditempuh dengan kendaraan roda empat.
Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan.
Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki Gunung Dua Sudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh.
Kota Bitung terdiri dari 8 kecamatan dan 69 kelurahan, dengan luas wilayah 302,89 km⊃2; dan sebaran penduduk 730 jiwa/km⊃2;.
Saat ini Kota Bitung dipimpin Wali Kota Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar. (crz)
Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pukul 03.30 WIB, Raychan Pemain Bola Liga 1 Tewas, Mobil Tabrakan dengan Truk
Baca juga: Kak Seto Tak Ingin Polemik Keluarga Faisal dan Doddy Sudrajat Semakin Memanas
Baca juga: Sulut Berpeluang Kirim 3 Klub ke Putaran Nasional Liga 3 Indonesia