Kabar Israel

Israel Gandakan Pemukiman Yahudi Dataran Tinggi Golan, Ini Kata Naftali Bennett

Naftali Bennett mengutip pengakuan mantan Presiden AS Donald Trump pada 2019 mengenai kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

Editor: Rhendi Umar
Tribunnews.com
Bendera Israel di kota Yerusalem, Israel. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah pemukiman Yahudi Dataran Tinggi Golan, dalam kurun lima tahun akan digandakan Israel.

Keputusan tersebut dapat memperkuat cengkeramannya di wilayah yang dicaploknya pada 1981 sebagaimana dilansir Reuters, Senin (27/12/2021).

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengutip pengakuan mantan Presiden AS Donald Trump pada 2019 mengenai kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

Dia mengatakan, Presiden AS Joe Biden tidak menunjukkan tanda akan membalikkan pengakuan dari Trump.

Pemimpin partai Yemina <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/israel' title='Israel'>Israel</a>, <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/naftali-bennett' title='Naftali Bennett'>Naftali Bennett</a>, menyampaikan pernyataan politik di Knesset, Parlemen <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/israel' title='Israel'>Israel</a>, di Yerusalem, pada 30 Mei 2021. Kelompok garis keras nasionalis <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/naftali-bennett' title='Naftali Bennett'>Naftali Bennett</a> mengatakan hari ini dia akan bergabung dengan koalisi pemerintahan yang dapat mengakhiri pemerintahan pemimpin terlama di negara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.|
Naftali Bennett, (YONATAN SINDEL / POOL / AFP)

Itulah yang menjadi alasannya untuk menggandakan jumlah pemukim Yahudi di Dataran Tinggi Golan.

Di bawah cetak biru yang disetujui oleh kabinet, sekitar 7.300 unit rumah akan dibangun di Katzrin dan di komunitas Yahudi yang lebih kecil.

Katzrin merupakan permukiman utama Israel di Dataran Tinggi Golan.

“Tujuan dari keputusan tersebut adalah untuk menggandakan jumlah penduduk (Israel) di Golan di tahun-tahun mendatang, yang berarti penambahan 23.000 orang di daerah tersebut,” bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Perdana Menteri Israel.

Selain itu, dua pemukiman Yahudi baru juga direncanakan dan 4.000 rumah akan dibangun di Dataran Tinggi Golan.

Israel mencaplok Dataran Tinggi Golan seluas 1.200 kilometer persegi pada 1981, sebuah langkah yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Suriah menuntut kembalinya dataran tinggi yang strategis tersebut, yang juga menghadap Lebanon dan berbatasan dengan Yordania.

“Tak perlu dikatakan bahwa Dataran Tinggi Golan adalah milik Israel,” kata Bennett kepada kabinetnya dalam sambutannya.

“Fakta bahwa pemerintahan Trump mengakui itu, dan fakta bahwa pemerintahan Biden menjelaskan tidak ada perubahan dalam kebijakan itu, juga penting,” lanjut Bennet.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved