Berita Internasional
Kim Jong Un Larang Warganya Tertawa dan Bergembira 11 Hari, Sedang Peringati Ini
Baru-baru ini, Kim Jong Un mengeluarkan aturan melarang tertawa dan bergembira kepada rakyatnya selama 11 hari.
TRIBUNMANADO.CO.ID- Sebagai orang nomor satu di Korea Utara, Kim Jong Un kerap mengeluarkan aturan yang tak masuk akal.
Namun semua masyarakat harus mematuhinya, jika tidak hukuman bisa diberikan.
Seperti aturan yang baru ia keluar, cukup aneh tapi harus ditaati.
Baca juga: Sosok Kim Jong Un Pemimpin Korea Utara yang Dikenal Ambisius dan Idolakan Michael Jordan
Sebuah aturan yang mungkin aneh bagi rakyat di negara demokrasi telah ditetapkan oleh Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un bagi rakyatnya.
Korea Utara merupakan negara republik sosialis atau negara komunis yang menganut ideologi Juche, sehingga kebijakan-kebijakan yang ditetapkannya pun kerap terasa aneh bagi masyarakat di luar negara tersebut.
Baru-baru ini, Kim Jong Un mengeluarkan aturan melarang tertawa dan bergembira kepada rakyatnya selama 11 hari.
Hal itu dilakukan untuk memperingati hari kematian ayahnya, Kim Jong-il yang ke-10 tahun.
Baca juga: Warga Korea Utara Dilarang Tertawa saat Peringati Kematian Ayah Kim Jong Un
Kim Jong-il merupakan generasi kedua pemimpin Korea Utara.
Ia menjadi penerus generasi pertama sekaligus pendiri Korea Utara, Kim Il-sung pada 1994.
Kim Jong-il memerintah Korea Utara hingga kematiannya pada 2011 dan kemudian diteruskan oleh putranya Kim Jong-un.
Masa kekuasaan Kim Jong-il diwarnai salah satu periode tergelap sepanjang sejarah negara tertutup itu, yaitu bencana kelaparan 1994-1998, yang membunuh jutaan orang.
Baca juga: Warga Korea Utara Dilarang Tertawa Selama 11 Hari, Perintah Kim Jong Un Kenang Kematian Kim Jong Il
Meski setiap tahun hari peringatan kematian Kim Il-sung dan Kim jong-il selalu dilakukan, namun durasinya berbeda.
Untuk Kim Il-Sung hari peringatannya dilaksanakan selama sepekan, sedangkan Kim Jong-il lebih lama, karena kematiannya merupakan yang terdekat.
Biasanya hari peringatan berkabung dilakukan selama 10 hari, tetapi untuk Kim Jong-il tahun ini lebih lama karena merupakan peringatan 10 tahun.
Warga dilarang menunjukkan apa pun selain berkabung di hadapan publik, sedangkan negara mengingat kehidupan dan pencapaiannya.
“Selama periode berkabung, kami tak boleh meminum alkohol, tertawa atau menunjukkan aktivitas bergembira,” ujar warga dari Kota Sinuiju, yang berbatasan dengan China kepada Radio Free Asia.