Bahasa Indonesia
Asal Usul Kata Anda, Diperkenalkan Pertama Kali Perwira TNI
Kata Anda dianggap sebagai padanan yang lebih sopan daripada kamu atau kau. Juga lebih egaliter daripada sapaan seperti tuan atau saudara.
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
Sementara kata saudara mengandung kekakuan dan mengandung suku kata yang lebih banyak.
Sabirin menemukan kata Anda dari anakanda setelah mengulik Kamus Moderen Bahasa Indonesia karangan Sutan Mohammad Zain.
Anda berasal dari imbuhan penghormatan yang dapat ditemui dalam banyak kata yang telah ada sebelumnya seperti, ananda, anakanda, ibunda, ayahanda, pamanda dll. (sumber: Wikipedia)
Sutan Takdir Alisjahbana kemudian memberi persetujuannya untuk mempopulerkan kata anda sebagai kata ganti orang kedua tunggal.
Sutan Takdir Alisjahbana dalam bukunya Indonesia in the Modern World (New Delhi, 1961) menulis bahwa dalam masyarakat keraton feodal kata ganti yang sama melukiskan kedudukan sosial seseorang atau pangkatnya dalam hierarki resmi.
Namun kini di bawah pengaruh masyarakat dan kebudayaan modern, orang merasakan keperluan akan lebih banyak perkataan netral tanpa konotasi hubungan keluarga, status sosial atau pangkat resmi.
Dalam hubungan ini suatu percobaan menarik sedang dilaksanakan dewasa ini dengan kata anda.
Kata ini direncanakan menggantikan keserbaragaman kata yang dipakai buat menyapa "orang kedua" masyarakat desa tradisional dan aristokratis feodal.
Sutan Alisjahbana menyatakan kata anda tak ubahnya sebagai pendemokrasian dalam kata ganti orang kedua.
“Yang diharapkan ialah anda akhirnya akan mempunyai suatu kedudukan yang serupa dengan kata you dalam bahasa Inggris yang dapat dipakai guna menyapa setiap orang, tua atau muda, berkedudukan sosial tinggi atau rendah,” tulis Sutan Takdir Alisjahbana
Namun rupanya usulan kata anda sebagai pengganti orang kedua tunggal dalam bahasa Indonesia sempat mendapat tandingan.
Rosihan Anwar menulis, karena yang pertama menyiarkannya, komunis Rakyat mengajukan tandingan dengan mengusulkan kata *andika*.
Tetapi ternyata kata andika tak diterima sebagian besar masyarakat. Akhirnya kata anda-lah yang diterima publik hingga saat ini.
Rosihan Anwar kemudian mengusulkan agar menulis kata nda diwajibkan dengan huruf besar pada awal katanya.
Alasannya, untuk mencegah perasaan feodal masuk pula yaitu kepada orang tinggi dipaka huruf besar.
Sedangkan kepada yang rendah dipakai huruf kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rumah-alam-manado-adventure-park-kota-manado-sulawesi-utara.jpg)