Gunung Semeru Erupsi
Cerita Wanita Hamil 9 Bulan Lari Selamatkan Diri Dikejar Awan Panas Erupsi Semeru, Begini Kondisinya
Wanita muda yang sedang hamil 9 bulan. Ia berlari sejauh belasan kilometer meski sudah hampir waktu melahirkan.
Sebab, satu keluarganya, yakni Tomo (30) masih berada di hutan bambu setempat yang letaknya cukup terpencil.
"Satu keluarga kami masih berada di atas," ungkapnya sembari terisak.
Warga lain, Fauzi (43) merasakan hal serupa.
Dirinya panik ketika hujan abu turun.
Ia cepat-cepat berkemas dan menyelamatkan diri dengan kendaraannya.
"Gunung Semeru sempat erupsi lagi, warga panik berlarian menyelamatkan diri," katanya.
Saat menyelamatkan diri, beberapa warga tampak berlinang air mata.
Mereka mengingat kejadian erupsi Gunung Semeru, kemarin Sabtu (4/12/2021).
Mereka trauma karena sebagian keluarganya mengalami luka bakar dan meninggal dunia.
Selain itu, arus lalu lintas juga sempat tersendat akibat banyaknya kendaraan turun menuju pengungsian.
13 orang meninggal dunia
BNPB mencatat hingga Minggu (5/12/2021) pagi ada 13 orang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru.
Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatin BNPB Abdul Muhari.
Dari 13 korban jiwa tersebut, baru dua jenazah yang berhasil diidentifikasi.
Mereka adalah Poniyem 50 tahun, dari Curah Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan Pawon Riyono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Ayu-Ningsih-Ibu-Hamil-9-Bulan-yang-Lari-Selamatkan-Diri-Dikejar-Awan-Panas-Erupsi-Semeru.jpg)