Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Keuskupan Manado

Persembahkan Misa Pesta Pelindung, Pastor John Rawung Minta Umat Teladani Fransiskus Xaverius

Fransiskus misionaris terbesar setelah Santo Paulus. Tahun 1662 ia dinyatakan "kudus" oleh Paus Gregorius XV (1621-1623).

Dokumentasi Stasi St Fransiskus Xaverius Maumbi
Gereja Katolik Stasi St Fransiskus Xaverius Maumbi, Minahasa Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Fransiskus Xaverius lahir di Spanyol 7 April 1506. Orang tuanya seorang bangsawan kaya raya. Ia kuliah di Universitas Paris.

Di sana ia bertemu sahabatnya, Ignasius Loyola.

Pertanyaan dasar yang membuka lembaran hidupnya yang baru ialah "apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, namun kehilangan hidupnya?".

Mereka bersama lima sahabat mereka yang lain mendirikan Serikat Yesus.

Itulah awal cerita soal Fransiskus Xaverius yang diceritakan Pastor John Rawung MSC, Pastor Paroki Santa Ursula Watutumou, Jumat (3/12/2021).

Cerita itu merupakan bagian khotbah misa Pesta Pelindung Stasi Santo Fransiskus Xaverius Maumbi.

Dalam misa yang dihadiri mayoritas pengurus stasi itu, Pastor John mengatakan, Fransiskus ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1537.

Dalam usia yang masih muda, Fransikus mulai perjalanan sulit untuk bermisi pada 1541.

Xaverius dan dua temannya tiba di Goa, India, pada 1542 dan mulai berkarya di India Selatan dan Sri Langka.

Karyanya di Goa diberkati dengan keberhasilan yang gemilang.

Cara pewartaannya yang menarik dan kesalehan hidupnya berhasil menawan hati banyak orang dan mempermandikan mereka menjadi pengikut-pengikut Kristus.

Fransiskus dengan berani membela orang-orang pribumi yang menderita karena tingkah penguasa sebangsa maupun penguasa kolonial yang korup sambil mengajari mereka ajaran-ajaran Kristen yang mengutamakan cinta kasih.

Fransiskus sudah mempermandikan kurang lebih 10 ribu orang dalam waktu satu bulan.

Tahun 1545, ia tiba di Malaka dan mewartakan Injil di sana. Fransiskus tekun mempelajari bahasa Melayu dan menerjemahkan ajaran-ajaran Kristen dan doa-doa dalam Bahasa Melayu.

Awal tahun 1546, Fransiskus berlayar dengan kapal dagang ke gugusan pulau di Indonesia bagian timur, terutama di Maluku.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved