Breaking News:

Berita Keuskupan Manado

Persembahkan Misa Pesta Pelindung, Pastor John Rawung Minta Umat Teladani Fransiskus Xaverius

Fransiskus misionaris terbesar setelah Santo Paulus. Tahun 1662 ia dinyatakan "kudus" oleh Paus Gregorius XV (1621-1623).

Dokumentasi Stasi St Fransiskus Xaverius Maumbi
Gereja Katolik Stasi St Fransiskus Xaverius Maumbi, Minahasa Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Fransiskus Xaverius lahir di Spanyol 7 April 1506. Orang tuanya seorang bangsawan kaya raya. Ia kuliah di Universitas Paris.

Di sana ia bertemu sahabatnya, Ignasius Loyola.

Pertanyaan dasar yang membuka lembaran hidupnya yang baru ialah "apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, namun kehilangan hidupnya?".

Mereka bersama lima sahabat mereka yang lain mendirikan Serikat Yesus.

Itulah awal cerita soal Fransiskus Xaverius yang diceritakan Pastor John Rawung MSC, Pastor Paroki Santa Ursula Watutumou, Jumat (3/12/2021).

Cerita itu merupakan bagian khotbah misa Pesta Pelindung Stasi Santo Fransiskus Xaverius Maumbi.

Dalam misa yang dihadiri mayoritas pengurus stasi itu, Pastor John mengatakan, Fransiskus ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1537.

Dalam usia yang masih muda, Fransikus mulai perjalanan sulit untuk bermisi pada 1541.

Xaverius dan dua temannya tiba di Goa, India, pada 1542 dan mulai berkarya di India Selatan dan Sri Langka.

Karyanya di Goa diberkati dengan keberhasilan yang gemilang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved