Berita Nasional
Polisi yang Pacari Mahasiswi hingga Meningal Terancam 5 Tahun Penjara, Dijerat Pasal Aborsi
Peristiwa bunuh diri seorang mahasiswi berinisial NWR (23), yang ditemukan di pusara ayahnya kini ditelusuri oleh Polisi.
NWR atau NW, mahasiswa yang ditemukan tergeletak tak bernyawa di atas makam ayahnya di pemakaman Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi trending Twitter.
#SAVENOVIAWIDYASARI ramai disuarakan netizen di media sosial Twitter.
Kasus kematian NW yang dinilai tragis mendapat perhatian netizen.
Bahkan netizen juga mengunggah tulisan WhatsApp yang diduga milik NW sebelum ditemukan meninggal dunia.
Ada juga yang menyebar foto seorang anggota polisi yang disebut merupakan mantan pacar NW.
NW diduga mengakhiri hidupnya dengan menenggak minuman yang dicampur racun (potasium) karena dilatarbelakangi permasalahan asmara dan keluarga.
Berdasarkan surat pernyataan dari pihak keluarga yang bersangkutan terkait tidak dilakukannya autopsi terhadap jenazah NW, Kamis (2/12/2021), menyatakan bahwa sebelum kejadian itu, NW mengalami depresi setelah ayahnya meninggal tiga bulan lalu.
Kemudian, ditambah persoalan asmara dengan mantan pacarnya.
Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Andaru Rahutomo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kematian NW karena diduga minum racun di atas makam ayahnya.
NW diduga depresi lantaran permasalahan asmara dengan mantan pacarnya yang merupakan anggota polisi berinisial R.
"Dari hasil penyelidikan kami dapati bahwa benar si R anggota Polres Pasuruan memiliki hubungan sebelumnya dengan korban," ungkap AKP Andaru Rahutomo, Sabtu (4/12/2021).
AKP Andaru Rahutomo menyebut, pihaknya bekerja sama dengan Propam Polda Jatim terkait informasi-informasi yang beredar di media sosial tersebut.
"Nah terkait dengan informasi yang beredar kami melakukan pendalaman bekerja sama dengan Propam Polda Jatim," jelas AKP Andaru Rahutomo.
Pihaknya kini melakukan investigasi terkait kasus kematian NW yang menyita banyak perhatian publik.
"Sekarang sedang dilakukan investigasi pemeriksaan hasilnya seperti apa, nanti akan kita disampaikan kemudian," pungkas AKP Andaru Rahutomo.