Breaking News:

Berita Sulut

Partai Gelora Sulut Siapkan 1 Haktare Lahan, Program Tanam Pohon Birukan Langit

Partai Gelora Indonesia akan melakukan penanaman 10 juta pohon secara serentak di 34 provinsi dalam rangka Hari Menanam Indonesia, 28 November 2021

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
IST/Partai Gelora
Gelora tanam 10 juta pohon 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia akan melakukan penanaman 10 juta pohon secara serentak di 34 provinsi dalam rangka Hari Menanam Indonesia, 28 November 2021

Khusus di Provinsi Sulawesi Utara, Partai Gelora menyiapkan Lahan Konservasi Gelora uang luasnya dikisaran 1 hektare.

"Lahan ini berfungsi menjadi ruang terbuka yang kawasannnya didominasi oleh vegetasi, semak, rumput - rumputan, serta vegetasi penutup tanah lainnya. Serta bisa dimanfaatkan untuk aktifitas ramah lingkungan,” Kata Jefry Yohanis Makalegi, Ketua DPW Gelora Sulut kepada tribumanado.co.id, Jumat (26/11/2021)

Ia mengatakan, Partai Gelora akan melakukan penanaman pohon di Lahan Konservasi Gelora, program menanam 10 juta pohon ini adalah kontribusi kecil Partai Gelora dalam membirukan planet kita.

"Partai Gelora juga akan meminta setiap kadernya menanam minimal 25 pohon seumur hidupnya," kata Makalegi.

Lebih lanjut, Indonesia diperkirakan sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim (climate change) seperti terjadinya kenaikan muka air laut dan tingginya gelombang yang bisa mengganggu sektor kelautan dan perikanan, gangguan di sektor pertanian dan ketahanan pangan juga bisa jadi ancaman di depan mata.

Ancaman tersebut antara lain adalah potensi peningkatan tingginya curah hujan, banjir, longsor dan kekeringan bisa meluas, sehingga menyebabkan seluruh ekosistem berubah secara total dan cepat, serta akan sulit untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Hal ini tentu saja menjadi ancaman serius di sektor pertanian, bisa mengganggu pola tanam guna mendapatkan hasil yang maksimal.

Perubahan iklim telah menjadi ancaman nyata bagi sektor pertanian, perikanan dan kelautan.

Selain pemutihan karang, perubahan iklim juga mendorong migrasi ikan laut dalam ke wilayah subtropis. Fenomena ini menuntut adaptasi segera guna mengurangi dampaknya secara sosial.

Sebab, sektor perikanan yang menjadi penopang hidup jutaan nelayan kita. Padahal pada saat yang sama, jumlah penduduk terus bertambah sehingga meningkatkan permintaan dan mendorong terjadinya penangkapan ikan berlebih. (ryo)

Baca juga: Kabar Terkini Virus Corona di Dunia, Ada Varian Baru yang Terdeteksi di Afrika Selatan

Baca juga: Jennifer Jill Keluhkan Tagihan Listrik Rumahnya yang Capai Puluhan Juta: Bisa Beli 12 Tas Sebulan

Baca juga: Pembangunan Bandara Bolmong Capai 460 Hektare

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved