Digital Activity
Cerita Cynthia Doodoh sebagai Atlet Terjun Payung Sulut, Menangis hingga Hadapi Angin Kencang
Cynthia menceritakan kepada Tribun Manado bagaimana awalnya dirinya sampai masuk ke olahraga yang terbilang ekstrem ini, Kamis (25/11/2021).
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
"Saya ikut TNI AU keliling Indonesia untuk terjun payung sekaligus sosialisasi ke masyarakat. Lokasinya dari Biak, Papua hingga Aceh selama satu bulan," ujar Cynthia.
Selama menjadi atlet, Cynthia mengungkapkan Sulut belum memiliki tempat latihan terjun payung.
Hal tersebut harus membuat para atlet terjun payung berlatih di Pangandara dan Bandung Jawa Barat atau Malang, Jawa Timur.
Selama berlatih di Jawa, Cynthia mendapatkan banyak ilmu mulai dari cara melipat parasut hingga prosedur jika terjadi emergency.
Seorang atlet juga tidak diperkenankan mengganti parasutnya agar lebih memahami pengoperasiannya serta pendaratan.
Cynthia berharap di Sulut akan ada tempat latihan sendiri untuk olahraga terjun payung.
Dengan adanya tempat latihan terjun payung, Cynthia menganggap regenerasi atlet terjun payung juga bisa berjalan.
Untuk menjadi seorang atlet terjun payung, seseorang harus mengikuti berbagai macam tes mulai dari tes psikologi, tes Kesamaptaan, tes gerak jalan, hingga tes kesehatan.
Selain sebagai seorang atlet, perempuan yang menjadi Ketua Terjun Payung di Komunitas Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sulut juga memiliki kesibukan menjadi ibu rumah tangga dan di Organisasi Bhayangkari karena suaminya yang seorang polisi.
Otomatis, Cynthia harus lebih pintar membagi waktu.
"Yang penting komunikasi dengan keluarga tetap dibangun meskipun jarak jauh," tambah Cynthia.
• Pemkab Sitaro Gelar Vaksinasi Covid 19 di Pasar 66 Tagulandang
• Amalan Selain Tahajud yang Juga Memiliki Keutamaan Luar Biasa, Dikerjakan di Sepertiga Malam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/cynthia-doodoh-merupakan-atlet-terjun-payung-09.jpg)