Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Digital Activity

Cerita Cynthia Doodoh sebagai Atlet Terjun Payung Sulut, Menangis hingga Hadapi Angin Kencang

Cynthia menceritakan kepada Tribun Manado bagaimana awalnya dirinya sampai masuk ke olahraga yang terbilang ekstrem ini, Kamis (25/11/2021).

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
Dokumentasi Tribun Mando
Cynthia Doodoh merupakan Atlet Terjun Payung.09 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Cynthia Doodoh merupakan Atlet Terjun Payung yang kerap membela Sulawesi Utara di berbagai kejuaraan di bidang kedirgantaraan.

Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX 2021 lalu dirinya turut memperkuat tim Terjun Payung Sulawesi Utara.

Cynthia menceritakan kepada Tribun Manado bagaimana awalnya dirinya sampai masuk ke olahraga yang terbilang ekstrem ini, Kamis (25/11/2021). 

Cyntia menuturkan, dirinya memilih menjadi penerjun payung karena ada tawaran pendaftaran menjadi atlet terjun payung ketika ia menjadi Instruktur Paskibraka di Minahasa Utara (Minut), Sulut.

Cynthia menyangkal pendapat bahwa terjun payung adalah olahraga yang memiliki risiko tinggi, terutama berkaitan dengan nyawa. 

Ia mengatakan bahwa 99 persen alat-alat yang digunakan sudah aman karena ada sistem otomatisnya. 

Jika ada suatu kejadian yang tidak diinginkan di atas, alat tersebut otomatis akan bekerja sesuai ketinggian yang sudah diatur.

"Misalnya di atas ketinggian 2000 kaki kita tidak membuka parasut, alat tersebut otomatis akan mengeluarkan parasut cadangan, jadi aman," jelas perempuan asal Laikit, Minut, Sulut.

Sebelum mengikuti perlombaan, biasanya peralatan para atlet juga diperiksa sistem otomatisnya.

Jika tidak memiliki sistem otomatis, maka atlet tidak diperkenankan mengikuti lomba.

Menjadi atlet terjun payung tentu memiliki proses terutama menghadapi ketakutan.

Ketika menjadi siswa pelatihan atlet, Cynthia yang diminta terjun dari ketinggian 8 ribu kaki sempat menangis.

"Baru buka pintu pesawat saja sudah menangis. Tapi waktu pertama kali melompat didampingi oleh pelatih di sebelah kiri dan kanan," kata Cynthia.

Saat berlatih Cynthia juga pernah menghadapi angin kencang ketika sedang berada di udara.

Setelah menjadi atlet, Cynthia juga mendapatkan kesempatan terjun payung di beberapa wilayah di Indonesia secara gratis bersama TNI Angkatan Udara (AU).

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved