Berita Nasional
Keluarga Ini Kompak Jadi Copet di Mandalika, Dibantu Tetangga, Kini Ditangkap Polisi
Komplotan pencopet asal Jakarta yang beraksi saat perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika
TRIBUNMANADO.CO.ID-kehidupan satu keluarga ini tergolong unik namun buat jengkel.
Sebab pekerjaan mereka kompak dan tak biasa dilakoni bersamaan satu keluarga.
Ternyata mereka sekeluarga kompak menjadi copet di Mandalika.
Baca juga: Pawang Hujan Lapor Polisi Tak Terima Dituduh Tak Bisa Kendalikan Cuaca di Mandalika saat WSBK 2021
Sekeluarga mereka ada tiga orang yaitu ayah ibu dan anak, serta dibantu seorang tetangga.
Satu keluarga ditangkap Polisi karena menjadi copet di Mandalika.
Mereka sengaja membuat rencana untuk melakukan tindakan kejahatan tersebut.
Komplotan pencopet asal Jakarta yang beraksi saat perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Lombok NTB, pada Minggu (21/11/2021), ditangkap polisi.
Baca juga: Sosok Delisa Herlina, Pemeran Mira Mantan Copet Cantik di Sinetron Preman Pensiun 5, Ini Profilnya
Penangkapan tersebut merupakan kinerja personel Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tak berseragam yang menyusup ke tribun penonton.
Dari komplotan yang berjumlah delapan orang tersebut, terdapat satu keluarga terdiri dari ayah berinisial DC, ibu LO, anak DA , dan satu orang merupakan tetangganya AW yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTB Kombes Pol Hari Brata menjelaskan, komplotan pencuri tersebut memiliki peran yang berbeda-beda.
Baca juga: Sirkuit Mandalika Hancurkan Dominasi 6 Tahun Jonathan Rea, Toprak Razgatlioglu Juara Dunia WSBK 2021
"Keempat pelaku mempunyai tugas yang berbeda, anak pelaku bertindak sebagai pengalih perhatian, ibunya sebagai eksekutor, tetangga pelaku mengoper barang dan terakhir suami atau bapak pelaku bertindak sebagai pengumpul barang," ungkap Hari dalam keterangan pers, Selasa (23/11/2021).
Modus operasi yang dilakukan pelaku yaitu mengambil barang berharga dari tas wanita yang terbuka dan lengah, dengan sistem kerja sama ada yang mengambil, mengoper, memepet dan ada yang membongkar barang bukti.
Komplotan pencopet ini datang dari Jakarta pada Jumat (19/11/2021).
Sebelum melakukan aksinya, mereka menginap di sebuah kos-kosan di Desa Gerupuk dan menyewa kendaraan untuk menuju lokasi.
"Empat di antaranya (satu keluarga) sudah ditetapkan tersangka. Sedangkan empat lainnya masih didalami, dan kami akan terus lakukan pengembangan agar komplotan mereka ini berhasil kami ringkus hingga ke akarnya," tegas Hari.