Kabar Tokoh
''Tidak Pernah Sepanjang Sejarah Dunia Teroris Lolos Masuk Istana dan Bertemu Presiden''
Ismar Syafruddin mengaku heran tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap Farid Okbah dalam dugaan tindak pidana terorisme
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang Anggota DPR RI mengaku heran dengan tersangka kasus teroris Farid Okbah yang bisa masuk Istana Negara dan menemui Presiden Joko Widodo ( Jokowi )
Diketahui, tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap Ahmad Farid Okbah, Ahmad Zain An-Najah dan Anung Al-Hamad atas dugaan tindak pidana terorisme di daerah Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (16/11/2021) pagi.
Demikian diungkap anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha
"Tidak pernah sepanjang sejarah dunia teroris lolos masuk Istana dan bertemu dengan Presiden!" kata Tamliha kepada wartawan, Sabtu (20/11/2021).
Menurut Syaifullah Tamliha, akan menjadi persepsi buruk bagi intelijen di sekitar Presiden jika Farid benar bertemu Presiden Joko Widodo ( Jokowi )
"Sehingga, kita berharap penanganan kasus hukum terhadap Farid Okbah dilakukan secara transparan dan kaidah penegakan hak asasi manusia, agar publik tidak saling curiga dan membingungkan," lanjut Ketua DPP PPP itu.
Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Syaifullah Tamliha (Kompas.com/SABRINA ASRIL)
Kuasa hukum Farid Okbah, Ismar Syafruddin mengaku heran tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap Farid Okbah dalam dugaan tindak pidana terorisme
Padahal, dia pernah menjadi pembicara di Baintelkam Polri.
Tak hanya itu, Ismar menyatakan Farid Okbah juga pernah diundang ke Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Karena itu, dia menginginkan seharusnya diperlukan adanya klarifikasi terlebih dahulu sebelum penangkapan.
"Seharusnya beliau dipanggil baik-baik dan ketika dia datang ke Presiden kan hadir datang ke Baintelkam Mabes Polri juga hadir sebagai pembicara.
Tidak ada beliau mendapatkan penghargaan," kata Ismar di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/11/2021).
Karena itu, kata Ismar, Badan Intelejen Negara (BIN) dinilai kebobolan jika memang Farid Okbah terbukti menjadi kelompok teroris JI.
Itulah sebabnya, ia menilai penangkapan ini merupakan tindakan kontradiktif.