Breaking News:

Berita Bolmong

Tak Tergerus Zaman, Sapu Ijuk Desa Sia Bolmong Tetap Jadi Pilihan Warga

Perkembangan zaman yang kian pesat, tak membuat berbagai produk kerajinan tangan tradisional punah ditelan masa.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
nielton durado/tribun manado
Krisno Paeng, salah satu pengrajin sapu ijuk asal Desa Sia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Perkembangan zaman yang kian pesat, tak membuat berbagai produk kerajinan tangan tradisional punah ditelan masa.

Seperti halnya sentra pembuatan sapu ijuk di Desa Sia, Kecamatan Kotamobagu Utara, yang tetap eksis dan bertahan ditengah persaingan pasar.

Bahkan sapu modern berbahan dasar plastik itu tetap laku di pasaran.

Krisno Paeng, salah satu pengrajin sapu ijuk asal Desa Sia’ mengatakan, produk kerajinan tangan buatannya masih menjadi pilihan masyarakat.

Bahkan menurutnya, permintaan pasar salah satu peralatan rumah tangga ini sudah merambah pasaran di luar daerah.

“Selain di Kotamobagu, ada juga permintaan dari luar kota seperti Minahasa, Bolsel dan daerah tetangga lainnya,” ungkapnya saat ditemui Tribunmanado.co.id, Rabu (17/11/2021) di kediamannya.

Krisno mengaku, kerajinan pembuatan sapu ijuk ini merupakan bisnis usaha turun temurun dari orang tua yang saat ini terus dilestarikannya.

Dalam sehari kata dia, rata-rata produksi sapu yang dihasilkan antara 70 hingga 100 sapu yang siap jual ke pasaran.

“Tentunya sangat bersyukur, karena meski sudah banyak sapu modern yang dijual di pasaran, namun warga masih memilih sapu ijuk tradisional,” ungkapnya.

Soal harga tambah Krisno, tentunya jauh lebih murah bila dibandingkan dengan harga sapu modern.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved