Kebakaran
Info Terbaru, Penyebab Kebakaran Tangki Pertamina di Cilacap, Ada yang Terekam CCTV
Terekam 2 kamera CCTV kilatan petir menyambar kilang minyak Pertamina di Cilacap. Berikut pernyataan polisi.
Lebih lanjut, Ramadhan menyatakan pihak tim Laboratorium Forensik Mabes Polri masih berada di Cilacap untuk melakukan penyelidikan kasus tersebut.
"Kami sampaikan juga tim lapor laboratorium forensik Mabes Polri sudah berada di TKP tentunya untuk melakukan pendalaman. Kami sampaikan juga kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Tentunya ada kerugian materil," tukasnya.
Pernyataan dari Mabes Polri itu senada dengan pemantauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kepala Pusat Seismiologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu, Rahmat Triyono dalam status whatsappnya yang diizinkan dikutip Tribun menyebut berdasarkan analisis data dari alat monitoring kelistrikan udara BMKG yang terdapat di Stasiun Geofisika Banjarnegara, pada tanggal 13 November 2021 pukul 18.00 – 19.30 WIB terdeteksi dua event sambaran petir jam 18.47.27 WIB dan jam 19.23.32 WIB.
Dia menjelaskan peristiwa sambaran petir terdekat dengan kilang minyak Cilacap adalah pukul 18.47 WIB pada koordinat 7.67942574 LS, 109.1110952 BT dengan jarak kurang lebih 12 km sebelah timur laut kilang minyak RU IV Cilacap.
Sementara untuk peristiwa sambaran petir pukul 19.23 WIB pada koordinat 7.437264713 LS, 108.7736507 BT, berlokasi di kecamatan Sidareja, dengan jarak kurang lebih 43 km barat laut dari kilang minyak RU IV Cilacap.
Dalam rentang waktu 16.00-19.00 WIB, dapat diidentifikasi bahwa telah terjadi hujan dengan intensitas mencapai 47 mm di sana.
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa mengatakan, setiap kilang minyak harusnya dilengkapi dengan sistem antipetir.
Menurut dia, sudah ada standar baku untuk teknologi dan tata cara pemasangan antipetir atau lightning protection, khususnya di kilang Pertamina agar tidak mudah terbakar.
"Dalam kasus kilang-kilang Pertamina, sebaiknya dilakukan audit menyeluruh terhadap sistem anti petir yang ada untuk mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribun.
Di sisi lain, dia menambahkan, kebakaran di kilang minyak akibat sambaran petir secara keseluruhan memang tidaklah wajar.
"Tidak wajar, tapi bisa saja terjadi kecelakaan," katanya.
Karena itu, Fabby menyarankan agar setiap ada insiden seperti ini di perusahaan pelat merah harus dilakukan investigasi menyeluruh.
"Tujuannya untuk melihat kesiapan dari sistem penangkal petir dan kesiapan sistem pengamanan dan mitigasi risiko," pungkasnya.
CEO Subholding Commercial and Trading Pertamina Alfian Nasution menegaskan, bahwa stok baik nasional maupun lokal aman terkendali menyusul terbakarnya salah satu tangki di kilang Pertamina Cilacap.