Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Calon Panglima TNI

Kalau Kebiasaan Presiden Jokowi, Jenderal Andika Perkasa Dilantik Panglima TNI Bisa Rabu Ini

Saat ini publik lagi menunggu palantikan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI, yang sudah disetujui oleh DPR RI.

Editor: Aswin_Lumintang
Tribunnews/JEPRIMA
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan salam komado dengan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid sebelum mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Saat ini publik lagi menunggu palantikan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI, yang sudah disetujui oleh DPR RI.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pelantikan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI akan dilakukan minggu ini.

Jokowi menjelaskan, dirinya  masih mencari hari baik.

“Inshaallah minggu depan (minggu ini), harinya masih dicari hari baik,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-10 Partai NasDem, Kamis (11/11/2021).

Caslon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Caslon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Twitter/Panglima TNI)

Menilik dari kebiasaan Jokowi sebelumnya, orang nomor satu di Indonesia ini selalu melaksanakan hal-hal penting di hari kelahirannya, Rabu.

Berdasarkan pernyataan Jokowi tersebut, kemungkinan besar Jokowi akan melantik Andika Perkasa sebagai Panglima TNI pada Rabu (17/11/2021) mendatang.

Terkait hal ini, pengamat budaya dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Dr H Bani Sudardi, pernah memberikan penjelasan.
Menurut tradisi Jawa, hari kelahiran seseorang dianggap sebagai satu diantara hari baik.

Pasalnya, hari kelahiran tersebut merupakan hari di mana seseorang dilahirkan dalam keadaan suci.

"Dalam tradisi Jawa memang ada hari-hari baik dan hari nahasnya."

"Salah satu hari baik itu adalah hari kelahiran," ujarnya saat dihubungi Tribunnews, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Amanda Manopo Merintih Minta Tolong: Nanti Video ini Kasih ke Lambe Turah, Aku Minta Tolong

Baca juga: Gempa Tadi Pukul 03.40 WIB Senin 15 November 2021, Magnitudo 2.6 Guncang Wilayah Jawa Timur

 Seperti diketahui, Jokowi lahir pada hari Rabu, 21 Juni 1961.

Dirangkum Tribunnews, berikut riwayat Jokowi melakukan hal-hal penting di hari Rabu:

Reshuffle Kabinet Kerja

15 Agustus 2015

Dilansir Tribunnews, Jokowi pertama kali melakukan reshuffle pada kabinetnya tepat di hari Rabu, 12 Agustus 2015.

Dialog: Sinyal
Dialog: Sinyal "Reshuffle" Bayangi Kabinet Jokowi-JK (Bag. 1) (Tangkap layar KmpasTV/Youtube)

Reshuffle itu dilakukan 10 bulan setelah Jokowi dan Jusuf Kalla menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Kala itu, Jokowi mengganti empat menteri, yaitu Menko Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil; Menteri PPN/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago; Menko Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Indroyono Susilo; Menko Polhukam, Tedjo Edhy Purdijatno; serta Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel.

Selain empat menteri tersebut, Jokowi juga mengganti Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto.

27 Juli 2016

Reshuffle Kabinet Kerja jilid kedua dilakukan Jokowi pada Rabu, 27 Juli 2016.

Dikutip dari Kompas.com, Jokowi memperkenalkan 13 menteri barunya dalam jumpa pers.

Menteri-menteri anggota Kabinet Kerja melakukan sumpah jabatan di Istana Negara
Menteri-menteri anggota Kabinet Kerja melakukan sumpah jabatan di Istana Negara (TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA)

Mereka adalah Menko Polhukam, Wiranto; Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Mendes PDTT, Eko Putra Sanjoyo; Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Mendikbud, Muhadjir Effendy.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita; Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto; Menteri ESDM, Archandra Tahar; Menteri PAN dan RB, Asman Abnur; Menteri Kemaritiman dan Sumber Daya, Luhut Binsar Pandjaitan.

Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil; Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong; dan Menteri PN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

17 Januari 2018

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla bersiap berfoto bersama sejumlah menteri sebelum acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/19). Silaturahmi itu juga merupakan ajang perpisahan presiden, wakil presiden serta para menteri kabinet kerja yang telah bekerjasama selama lima tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla bersiap berfoto bersama sejumlah menteri sebelum acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/19). Silaturahmi itu juga merupakan ajang perpisahan presiden, wakil presiden serta para menteri kabinet kerja yang telah bekerjasama selama lima tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Pada Rabu, 17 Januari 2018, Jokowi kembali melakukan reshuffle.

Mengutip Tribunnews, ia melantik sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta pada Rabu pagi.

Saat itu, Moeldoko dilantik menjadi Kepala Staf Presiden menggantikan Teten Masduki.

Lalu, Idrus Marham menjadi Menteri Sosial, menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang mengundurkan diri karena mengikuti Pilkada Jawa Timur.

15 Agustus 2018

Tujuh bulan kemudian, tepatnya Rabu, 15 Agustus 2018, Jokowi kembali me-reshuffle kabinetnya.

Dilansir Kompas.com, Syafruddin yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Polri, dilantik sebagai Menteri PANRB menggantikan Asman Abnur.

Pembina Persija Jakarta, Syafruddin saat dilantik menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara
Pembina Persija Jakarta, Syafruddin saat dilantik menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Robbani)

Reshuffle Kabinet Indonesia Maju

22 Desember 2020

Pada Selasa, 22 Desember 2020, Jokowi mengumumkan enam menteri baru yang bertugas di Kabinet Indonesia Maju.

Namun, pelantikan digelar pada Rabu, 23 Desember 2020.

Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengenalkan Kabinet Indonesia Maju di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengenalkan Kabinet Indonesia Maju di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Dikutip dari Kompas.com, enam menteri tersebut adalah Menteri Sosial, Tri Rismaharini; Menparekraf, Sandiaga Uno; Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas; Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono; dan Menteri Perdagangan, M Lutfi.

28 April 2021

Reshuffle kembali dilakukan pada Rabu, 28 April 2021, oleh Jokowi untuk mengisi jabatan menteri nomenklatur.

Dilansir Tribunnews, saat itu Nadiem Makarim ditunjuk sebagai Mendikbudristek.

Sementara Bahlil Lahadalia menjadi Menteri Investasi dan Laksana Tri Handoko menjabat Kepala Badan BRIN.

Pelantikan Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Jokowi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Jokowi. (FOTO ANTARA)

Rabu, 27 Januari 2021, Listyo Sigit Prabowo dilantik Jokowi menjadi Kapolri menggantikan Idham Azis yang memasuki masa pensiun.

Mengutip situs resmi Kepresidenan, pelantikan Listyo Sigit berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 5/POLRI Tahun 2021 tentang Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ditetapkan di Jakarta pada 25 Januari 2021.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Nuryanti/Imanuel Nicolas Manafe/Taufik Ismail, Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado/Ihsanuddin/Luthfia Ayu Azanella/Dian Erika Nugraheny) (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menanti Hari Baik Presiden Jokowi Lantik Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/11/15/menanti-hari-baik-presiden-jokowi-lantik-jenderal-andika-perkasa-jadi-panglima-tni?page=all.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved