Susi Susanti
Susi Susanti Buka Rahasia Pernah Sengaja Mengalah pada 1988 Setelah Diteriaki Temannya
YouTube Daniel Mananta Network pada Selasa, 9 November 2021, berikut alasan Susi Susanti dirinya mengalah saat di French Open 1988.
Sejak kecil, Susi Susanti sudah berlatih bulutangkis.
Dukungan penuh dari orang tua membuat kemampuannya dalam bermain bulutangkis bisa berkembang secara baik.
Susi Susanti berlatih di klub milik pamannya, PB Tunas Tasikmalaya, selama tujuh tahun dan berhasil memenangi kejuaraan level junior.
Pada 1985, tepatnya saat mulai masuk SMP, Susi Susanti pindah ke Jakarta untuk lebih serius menekuni bulu tangkis.
Melansir TribunNews.com, Susi Susanti sukses menyabet gelar juara World Championship Junior pada 1985 saat usianya masih 14 tahun.
Susi Susanti meraih gelar tersebut ketika turun di nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.
Dua tahun kemudian pada ajang yang sama, Susi Susanti kembali menjadi juara melalui nomor tunggal putri dan ganda putri.
Prestasi ini membuatnya mengoleksi lima gelar juara di kejuaraan dunia junior.
Prestasi di level junior itu kemudian berlanjut ke jenjang profesional. Pada 1989, Susi Susanti tampil sebagai juara Indonesia Open.
Kegigihan Susi Susanti lalu membuatnya masuk skuad Merah Putih untuk Piala Sudirman 1989.
Pada Piala Sudirman edisi perdana yang digelar di Jakarta,
Indonesia berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Korea Selatan pada partai final.
Memasuki era 1990-an, prestasi Susi Susanti semakin menanjak diawali dengan gelar All England pada 1990 dan 1991.
Usai merebut gelar All England untuk kali kedua, Susi Susanti lalu menggoreskan tinta emas pada Olimpiade 1992 yang dilangsungkan di Barcelona, Spanyol.
Olimpiade 1992 menjadi debut bulutangkis atau badminton pada pesta olahraga dunia tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/susi-susanti-868686.jpg)