Berita Bitung
Rangkaian Hari Pahlawan di Kota Bitung, Tabur Bunga di Laut dan Taman Makam Pahlawan
Bertindak sebagai komandan upacara Letda Inf Marten Tangkere, keseharian seabgai Danramil 1310-04 Dimembe.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
"Serta tidak pernah peduli akan keterbatasan atau halangan," ujar dia.
Para Pahlawan kata dia, dengan gagah berani memilih melawan bombardir dari kapal perang dan pesawat tempur serta tank dan senjata canggih lainnya walau terkadang hanya dengan bambu runcing dan keyakinan.
"Kita harus terus menggelorakan semangat Gotong royong serta Persatuan dan Kesatuan Indonesia," ajak dia.
Kata dia, perbedaan justru semakin memperkaya dan memperkuat Bangsa Indonesia.
"Seraya mengembangkan toleransi tinggi untuk mempertahankan kemerdekaan, yang berbalut semboyan Merdeka atau Mati, jiwa persatuan yang tidak menanyakan asalusul dan semangat pantang menyerah inilah yang harus kita resapi dan lestarikan sebagai bangsa dalam menghadapi tantangan dan ancaman apapu," ujar dia.
Ia mengatakan, setiap individu bangsa Indonesia adalah cucu kandung para Pahlawan Bangsa.
"Semangat, tekad, dan keyakinan pahlawan, harusnya dapat menginspirasi dan menggerakkan kita semua untuk mengemban misi bersejarah “mengalahkan” musuh bersama yang sesungguhnya, yaitu kemiskinan dan kebodohan dalam arti yang luas. Hal ini sejalan dengan tema Hari Pahlawan 2021 “Pahlawanku Inspirasiku",” jelasnya.
Kata dia, Kota Bitung mempunyai potensi besar dalam memenangkan perang melawan kemiskinan dan kebodohan.
"Karena Indonesia mempunyai sumberdaya alam yang melimpah dan letak geografis yang strategis," ujar dia.
Tantangan terbesar yang dihadapi yakni dibutuhkannya kerja keras secara berkelanjutan dengan didukung inovasi dan daya kreativitas yang tinggi, serta semangat kewirausahaan yang pantang menyerah.
Dalam 20 tahun mendatang (2020-2040) kita akan memasuki “bonus demografi", yaitu periode di mana angka dependency ratio mencapai angka minimal.
Dalam periode ini, akan terdapat lebih banyak tenaga kerja produktif yang bermanfaat untuk memenangkan perang melawan kemiskinan dan kebodohan.
Namun di sisi lain, juga terdapat kecenderungan — berkurangnya — lapangan pekerjaan yang harus kita antisipasi dengan cerdas dan seksama.
Kenyataan ini, harus kita hadapi dengan semangat wirausaha yang sesungguhnya. Kita pasti bisa, karena Tuhan kita Maha Kaya dan Maha Adil.
Hal ini harus menjadi cambuk untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Kini saatnya kita berdiri dan bergandengan tangan seraya berteriak, kita pasti bisa. Tentunya dengan taufik dan hidayah-Nya.