Kasus Pembunuhan
Lari Usai Habisi Nyawa PSK karena Tak Dilayani, Pelaku yang 3 Minggu Kabur Kini Berhasil Ditangkap
Diketahui pelaku pembunuh yang sempat melarikan dirik akhirnya kini berhasil ditangkap polisi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Soal kasus pembunuhan yang korbannya adalah seorang PSK .
Diketahui pelaku pembunuh yang sempat melarikan dirik akhirnya kini berhasil ditangkap polisi.
Setelah berhasil melarikan diri selama tiga minggu.
Baca juga: Gugatan Yusril Ihza Mahendra ke Kubu Partai Demokrat AHY soal AD/ART Ditolak Mahkamah Agung
Baca juga: Faisal Kakek Gala Sky Cuek Saat Cucunya Mulai Cari Ayah dan Ibunya, Mau Gimana lagi
Baca juga: Wabup Minahasa Ikuti Rapat Paripurna DPRD, Bahas Persetujuan Ranperda RPJMD 2018-2023
Foto : ilustrasi. (istimewa)
Selama tiga minggu dalam pelarian, polisi akhirnya berhasil meringkus Rudy (23), pria yang membunuh Rabiatul Adawiyah (21) alias Atul di sebuah hotel di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (16/10/2021) lalu.
Rudy ditangkap di Kutai Barat, Sabtu (6/11/2021).
Wakapolresta Samarinda, AKBP Eko Budiarto menyebut polisi membutuhkan waktu tiga minggu karena pelaku lihai dalam melarikan diri.
Selain itu, wajah pelaku saat melancarkan pembunuhan juga tak terekam CCTV hotel.
"Usai melakukan tindak pidana itu (pembunuhan) korban tidak langsung pulang ke rumahnya," jelas Eko, dikutip dari TribunKaltim.com, Senin (8/11/2021).
"Tapi berpindah-pindah ke rumah rekannya, hingga beberapa hari kemudian kabur ke Kubar."
Selain Rudy, polisi juga meringkus muncikari korban, Erwin.
Menurut Eko, Erwin sudah satu tahun menjadi muncikari.
"Tetapi antara korban dan mucikari tidak saling kenal. Hanya berkomunikasi melalui aplikasi michat," katanya.
Di hadapan polisi, Rudy mengaku menyesal menghabisi nyawa korban.
Pembunuhan itu bermula saat korban dan Rudy bertemu di kamar 508 sebuah hotel sekira pukul 03.00 WITA.
Saat itu, Rudy langsung meminta korban melayaninya.
Namun, korban justru meminta setengah dari tarif yang sudah disepakati.
"Sepakatnya Rp 500 ribu. Jadi Saya bayar setengahnya dulu Rp 250 ribu," terang Rudy.
Namun, setelah menerima uang korban tak langsung melayaninya.
Korban justru pamit keluar membeli pulsa prabayar.
Tindakan korban itu pun membuat Rudy emosi.
"Dia (Atul) kan bilang kalau bayar setengah (Rp 250 ribu) enggak bakal nipu saya, jadi saya bayar," ujarnya.
"Tau-tau kok langsung mau keluar, saya tarik dan hempas ke kasur sambil saya ancam akan saya bunuh kalau enggak mau melayani saya."
Mendengar ancaman itu, korban langsung berteriak minta tolong.
Rudy tak tinggal diam, ia membekap wajah korban menggunakan bantal.
Korban pun berontak dan menendangnya lalu berusaha lari keluar kamar.
Foto ilustrasi pembunuhan. (istimewa)
Rudy kemudian menarik korban hingga terjatuh di lantai.
"Saya lihat ada pecahan kaca di bawah meja dan langsung Saya tusuk berkali-kali si korban," tambah Rudy.
"Kacanya saya bawa terus buang ke sungai. Waktu ada celah Saya kabur ke Kubar ke rumah saudara saya di sana."
Meski terlihat tenang, Rudy mengaku sangat menyesal telah membunuh teman kencannya itu.
Ia pun meminta maaf yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.
"Maaf, saya khilaf," ucapnya lirih. (TribunWow.com)
Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Tak Segera Layani Teman Kencan seusai Terima Uang Muka, PSK Dibunuh di Hotel, Ini Kronologinya