Breaking News:

Cuaca Ekstrem

Hujan Lebat dan Angin Kencang Akan Terjadi Selasa 9 November 2021, Berikut Info Lengkap BMKG

Peringatan dini cuaca ekstrem hari ini Selasa 9 November 2021.Masih akan terjadi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah daerah Indonesia.

Freepik.com
Ilustrasi hujan lebat. Info BMKG Selasa 9 November 2021. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peringatan dini cuaca ekstrem hari ini Selasa 9 November 2021.

Masih akan terjadi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah daerah Indonesia.

Berikut daftar daerah berpotensi sesuai data terbaru Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: 100 Kali Baca Zikir Singkat Ini, Akan Lebur Dosa Meski Seperti Buih Lautan, Amalkan Setiap Hari

Baca juga: Ini yang Dilakukan Polisi Usai Periksa Rachel Vennya

Baca juga: Gala Sky Nangis-nangis, Ayah Bibi Ardiansyah: Mungkin Dia Mencari Mama dan Papanya

Ilustrasi hujan lebat. Prakiraan cuaca Selasa 9 November 2021.
Ilustrasi hujan lebat. Prakiraan cuaca Selasa 9 November 2021. (Freepik.com)

Melalui laman resminya, BMKG memprediksi 26 wilayah berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Sementara 5 wilayah diprediksi berpotensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang besok.

Dalam narasi disebutkan besok akan terjadi pusat tekanan rendah terpantau di Samudera Hindia Barat Daya Sumatera.

Sirkulasi siklonik terpantau di Laut Natuna yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Riau hingga Jambi, di perairan Barat Bengkulu, dari Laut Jawa hingga Jawa Tengah, di Samudera Hindia Selatan Sumatera - Jawa Barat, di Kalimantan Barat dan dari Selat Karimata hingga Kalimantan Barat.

Kemudian daerah konvergensi lainnya terpantau memanjang di Pesisir Barat Aceh - Sumatera Utara, dari Jawa Tengah hingga perairan Barat Lampung, dari Laut Jawa bagian Timur hingga Kalimantan Selatan, di Laut Flores, dari Sulawesi Selatan hingga Laut Jawa bagian Timur.

Konvergensi juga memanjang dari Sulawesi Tengah hingga Kalimantan Timur, di Laut Arafuru dan di perairan utara Papua serta daerah konfluensi terpantau di Sumatera Utara, di Selat Karimata, di NTT, di Laut Timor, di perairan Selatan Sumatera dan di Pesisir Timur Sumatera.

Kondisi ini menyebabkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar pusat tekanan rendah/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved