Breaking News:

Berita Boltim

Kisah di Balik Rumah Makan Muslim Berkah Mulia: Pria Jawa Bertemu Jodoh Orang Boltim

Rumah makan tersebut adalah rumah makan satu - satunya yang terletak di pinggir jalan Trans Sulawesi.

Penulis: Rustaman Paputungan | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Rustaman Paputungan
Aktivitas di Rumah Makan Muslim Berkah Mulia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Jika kita mau ke Kotamobagu dan ke Desa Nuangan Kecamatan Nuangan, pasti akan melewati Rumah Makan Muslim Berkah Mulia.

Menu yang dijual di Rumah Makan ini bermacam - macam. Ada mie bakso ,lalapan, sup konro, dan lain sebagainya.

Rumah makan tersebut adalah rumah makan satu - satunya yang terletak di pinggir jalan Trans Sulawesi, tepatnya di perempatan Desa Motongkat Kecamatan Motongkat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Mas Sarno asal Jawa Barat pemilik rumah makan, kepada tribunmanado.co.id beberapa hari yang lalu, menceritakan awal mulanya dia membuka usaha rumah makan.

"Sudah enam tahun saya berjualan disini, dan Alhamdulillah biar keuntungannya kecil, asalkan lancar," ucapnya.

Dia juga berkisah, kalau dia datang ke Sulawesi Utara awalnya hanya ingin mencari pengalaman.

"Saya datang ke Manado Sulawesi Utara tahun 1983, juga bukan uang yang saya kejar, tapi pengalaman. Saya hanya ingin mencari pengalaman," ucapnya.

Dan Alhamdulillah dirinya mendapat jodoh di Sulawesi Utara, yakni perempuan asal Desa Modayag Kabupaten Bolmong Timur.

"Sekarang saya dan istri saya Rapina Mamonto, dikaruniai dua orang anak," terang dia. 

Ia menuturkan, kebanyakan orang yang singgah untuk makan di rumah makannya yakni orang yang sedang melakukan perjalanan jauh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved