Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BACAAN ALKITAB

BACAAN ALKITAB: Titus 2:1-10 “Bina Keluarga Dengan Ajaran Sehat”

Fenomena masyarakat menggeser aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata dan beralih ke dunia maya sebab teknologi digital

Editor: Aswin_Lumintang
WWW.THOUGHTCO.COM
Renungan 

MTPJ 7 – 13 November 2021
TEMA BULANAN : “Menjawab Panggilan Untuk Melayani ”
TEMA MINGGUAN : “Bina Keluarga Dengan Ajaran Sehat”.
BACAAN ALKITAB: Titus 2:1-10

ALASAN PEMILIHAN TEMA
TRIBUNMANADO.CO.ID - Fenomena masyarakat menggeser aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata dan beralih ke dunia maya sebab teknologi digital (Era Disrupsi) membawa banyak perubahan dalam masyarakat, tidak terkecuali dalam gereja dimana ada keluarga-keluarga jemaat.

Kuatnya arus perubahan mengguncang nilai kebenaran dan tujuan keluarga yang dibentuk oleh Allah. Manusia penuh dengan kesibukan, persaingan semakin tinggi, dan karena itu terbentuklah pribadipribadi yang semakin individualistik.

Di tengah masyarakat agraris, hubungan kekerabatan dan kekeluargaan sangat erat yang sering dinampakkan dalam ibadah bersama, tinggal bersama, berusaha bersama, makan bersama. Sementara di masyarakat industri pola kehidupan berubah menuntut masing-masing anggota keluarga sibuk dengan dunia kerjanya, dan akhirnya kebersamaan berkumpul keluarga menjadi jarang terjadi.

ilustrasi
ilustrasi ()

Realitas keluarga di era digital adalah jarang berkumpul bersama dan sangat terbuka menerima berbagai informasi baik positif maupun negatif termasuk bagi setiap anggota keluarga (ayah, ibu dan anak). Informasi positif membentuk perilaku yang baik, sedangkan yang negatif membentuk perilaku yang buruk. Sebab itu perlu untuk membentengi setiap keluarga dengan pengajaran yang benar dan sehat sehingga walaupun di tengah perubahan di semua aspek hidup manusia, keluarga Kristen tetap dapat menjaga kehidupan berimannya kepada Tuhan Yesus Kristus.

PEMBAHASAN TEMATIS
 Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Titus adalah seorang Yunani (Galatia 2:3) yang bertobat dan menjadi pengikut Kristus. Bagi Paulus, Titus bukan hanya sebagai teman sekerja dalam pelayanannya, tetapi juga diakuinya sebagai anak yang sah menurut iman (1:4) dan sebagai saudara (2 Korintus 2:13). Paulus menaruh kepercayaan penuh kepada Titus untuk menata pelayanan dan mengajarkan iman yang benar dan membimbing jemaat di Kreta agar tetap hidup sesuai ajaran sehat.

Kreta adalah sebuah pulau di sebelah Tenggara Yunani, dimana ada perkampungan Yahudi. Orang Kreta pada umumnya terkenal sebagai orang-orang yang suka bergolak dan sulit dikendalikan, seperti yang dikatakan Paulus, “Dasar orang Kreta pembohong, binatang buas, pelahap yang malas (bdk 1:12). Latar belakang ini berdampak dalam pelayanan jemaat dan akan membuat perkembangan injil di Kreta terancam. Karena itu Titus diutus untuk mengajarkan iman yang benar. Titus 2:1-10 berisi nasihat agar Titus mengajar keluarga Kristen tentang kewajiban setiap anggota keluarga

 Laki-laki yang Tua, umumnya menunjuk pada usia yang lanjut atau tidak muda lagi, berpengalaman dan disegani. Juga berdasarkan jabatannya menunjuk kepada para Penatua sebagai pengkhotbah dan pengajar (1 Timotius 5:17). Bahwa laki-laki tua haruslah: hidup sederhana artinya bersahaja, sopan, tidak menonjolkan diri, rendah hati. Dari bahasa Yunani “Nefalios” diartikan “mampu menahan diri”. Terhormat: mulia, tulus hati. Bijaksana: arif, cerdas, budiman. Sehat dalam Iman, kasih dan ketekunan: menunjuk pada kondisi yang stabil kehidupan rohaninya, hidup dalam keteguhan hati yang sungguh.

 Perempuan-perempuan yang tua, menunjuk pada perempuan-perempuan yang lanjut umur dan memiliki banyak pengalaman hidup. Mereka harus hidup sebagai orang-orang beribadah: hidup yang pantas dan layak seperti orang-orang kudus atau saleh, menjaga kelakuan yang baik. Jangan memfitnah: jangan menjelek-jelekkan sesama, mencemarkan nama baik seseorang, penabur perselisihan, penghasut. Jangan jadi hamba anggur: tidak minum anggur, diperbudak oleh anggur. Cakap mengajar hal baik: dapat memberi bekal pengajaran iman yang baik dan benar terutama kepada perempuan-Perempuan yang muda.

 Perempuan yang muda menunjukan pada perempuan yang sudah menikah, tinggal bersama suami dan anak-anak. Mengasihi suami dan anak-anak artinya memberi perhatian penuh pada suami dan anak-anak, memberi cinta kasih yang tulus apapun keadaannya. Hidup bijaksana: dapat membedakan mana yang baik atau tidak baik untuk dilakukan, arif dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi dalam keluarga. Suci artinya tetap menjaga kekudusan diri sendiri dan keluarga. Rajin mengatur rumah tangga yakni menata secara rutin apa yang harus dikerjakan di rumah. Baik hati: murah hati, manis dan sopan. Taat pada suami: menghormati suami sebagai kepala keluarga, tunduk kepada suami seperti kepada Tuhan (Efesus 5:22).

 Orang Muda, yaitu orang yang belum menikah, usia remaja dan pemuda. Mereka harus menguasai diri dalam segala hal yaitu mampu menolak tawaran dan godaan duniawi, identitas diri sebagai orang percaya dipertahankan apapun situasi yang dihadapi. Titus sebagai orang muda dinasihati Paulus untuk jadi teladan, sebab pengajarannya akan tidak berhasil apabila dia sendiri tidak memiliki sikap yang baik dalam perilaku maupun pengajarannya. Dia harus Jujur yaitu murni menyampaikan setiap pengajaran yang datang dari Allah. Bersungguh-sungguh dalam pengajaran: tidak setengah-setengah ataupun lalai mengerjakan tugas mengajar Firman untuk jemaat, bertanggung jawab penuh. Sehat dan tidak bercela dalam pemberitaan: pengajaran yang benar, tidak menyimpang dari kebenaran Allah.

 Hamba-hamba. Berarti budak, yaitu: “seseorang yang dimiliki atau dikuasai oleh orang lain, tidak mendapat upah, melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga”. Majikan dapat melakukan sekehendak hatinya pada budaknya, termasuk dapat menjualnya pada orang lain. Mereka dinasihati agar taat kepada tuannya dalam segala hal, jangan membantah, jangan curang, selalu tulus dan setia maksudnya harus memiliki sikap hidup yang benar-benar mengabdi dan melayani serta, menyenangkan hati tuannya, serta tidak berpura-pura.

 Makna dan Implikasi Firman
Cara paling ampuh menghadapi para penyesat yang sedang mengacaukan kehidupan jemaat adalah hidup sesuai ajaran sehat. Ajaran sehat artinya memegang teguh iman yang benar dan hidup baik sesuai kehendak Kristus.

Ajaran sehat akan menghasilkan teladan hidup yang secara nyata nampak dalam tugas dan tanggungjawab masing-masing anggota keluarga. Panggilan hidup sesuai ajaran sehat adalah panggilan untuk semua orang percaya, tidak terbatas pada golongan, umur, jenis kelamin, suku ataupun ras tertentu.

Pengajaran iman yang bersumber dari Yesus Kristus harus menjadi landasan hidup setiap keluarga dalam menjalankan kewajibannya masing-masing baik sebagai ayah, ibu, anakanak dan siapapun yang ada dalam suatu lingkungan keluarga.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved