Kabar Tokoh
Dulu Jurnalis Perang Kini Ketua Komisi I DPR RI, Sosok Meutya Hafid yang Pimpin Tes Andika Perkasa
Sosok Meutya Hafid adalah jurnalis perang dari Indonesia, dulu heboh tahun 2005 saat disandera ketika meliput Perang Irak di masa Presiden SBY
Penulis: Finneke Wolajan | Editor: Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah sosok Meutya Hafid Ketua Komisi I DPR RI yang pimpin rapat dengan Jenderal Andika Perkasa dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test, Sabtu (6/11).
Diketahui Komisi I DPR RI memberikan persetujuan atas pencalonan Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI untuk menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto
Selanjutnya, hasil rapat internal tersebut akan dibawa ke rapat paripurna pada Senin (8/11) mendatang untuk diberikan persetujuan oleh DPR.
Sosok Meutya Hafid adalah jurnalis perang dari Indonesia, dulu heboh tahun 2005 saat disandera ketika meliput Perang Irak di masa Presiden SBY.
Meutya Hafid kini menjadi salah satu pimpinan di DPR RI, tepatnya Ketua Komisi I DPR RI bidang pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, dan intelijen.
Jenderal TNI Andika Perkasa salam komado dengan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid sebelum mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11/2021).
Mantan jurnalis Metro TV ini terjun ke dunia politik praktis dengan latar belakangnya sebagai pewarta berita, dilansir Tribun Timur.
Meutya Hafiddikenal sebagai salah news anchor cerdas Indonesia bersama Najwa Shihab.
Pengalamannya sejak kecil mengikuti pertukaran pelajar dan pengalaman internasional membuat wawasannya luas.
Selain Anggota DPR RI, mantan wartawan Metro TV ini juga pernah dipercaya sebagai Juru Bicara Jokowi dan KH Maruf Amin pada 2018-2019.
Ia memilih berkarier di Partai Golkar dan kini jadi salah satu pucuk pimpinan komisi di Senayan.
Sebelum di Golkar, ia pernah berkiprah di Ormas Partai Nasional Nasdem.
Sosok Meutya Hafid kemudian meninggalkan Nasdem setelah berubah menjadi partai politik pada 2010 lalu.
Pilihannya di partai beringin tepat
Kini mengantarnya jadi salah satu wanita berpengaruh di Senayan setelah terpilih melalui Pemilu 2019 lalu.