Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Calon Panglima TNI

Saat Mantan Pengawal dan Ajudan Jokowi Bersanding Kembali dan Menjabat Pucuk Pimpinan TNI-Polri

Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat menjadi ajudan Presiden Jokowi pada 2014 silam. Saat itu, Jenderal Andika Perkasa menjadi Danpaspampres.

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
kompas.com
Jenderal Andika Perkasa dan Jenderal Listyo Sigit Prabowo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo telah mengirimkan Surat Presiden terkait nama calon Panglima TNI baru pilihannya, untuk menggantikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan segera pensiun.

Nama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa akhirnya dipilih Jokowi.

Publik mulai mengenal nama Jenderal Andika Perkasa saat menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat.

Bintangnya kian moncer saat Jokowi kemudian melantiknya sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden.

Saat itu ia mulai bekerja setelah tiga hari Jokowi dilantik sebagai presiden.

Jokowi Pilih Calon Panglima TNI Sebelum Berangkat ke LN, Momen Jenderal Andika di Bandara jadi Tanda

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/tni' title='TNI'>TNI</a> Andika Perkasa (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri puncak Latihan Antar Kecabangan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/tni' title='TNI'>TNI</a> AD Kartika Yudha Tahun 2020 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/tni' title='TNI'>TNI</a> AD Baturaja Timur, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Kamis 26 November 2020. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Panglima TNI saat itu Jenderal Moeldoko mengatakan pengangkatan Jenderal Andika Perkasa itu karena keinginan Jokowi.

Ia Komandan Paspampres, menggantikan Mayor Jenderal Doni Monardo.

Ia diketahui pernah memimpin di satuan penanggulangan teror (Gultor), hingga bergabung di proyek intelijen antiteror bernama Charlie.

Jenderal Andika Perkasa memimpin unsur paling elit di Kopassus bernama Detasemen 81/Gultor.

Pada pertengahan 1988, Jenderal Andika Perkasa yang masih berpangkat Letnan Dua, juga tergabung bersama 134 personel Kopassus lain untuk ikut proses seleksi proyek Charlie.

Mengikuti latihan yang menguras fisik dan kemampuan berpikir, Andika akhirnya terpilih ke dalam 35 personel yang meraih lencana kualifikasi kontraterorisme pada Januari 1989.

Charlie adalah sandi untuk proyek intelijen teknis pada Detasemen Gultor. Proyek ini digagas oleh Luhut Binsar Pandjaitan yang saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Situs Kemaritiman menyebut proyek ini menghasilkan tentara terbaik dari yang terbaik. Orang dekat Luhut menyebut proyek itu menjadi pertemuan awal bosnya dengan Andika.

Dengan dipilihnya Jenderal Andika Perkasa sebagai Calon tunggal Panglima TNI, maka pemejang jabatan tertinggi di dua satuan kekuatan negara merupakan dua orang yang dulunya sama-sama berada di samping Jokowi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved