Perayaan Natal di Sulut
Tekanan Inflasi Manado dan Kotamobagu Mulai Naik Jelang Natal Tahun Baru
Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Manado dan Kotamobagu mulai mencatatkan kenaikan pada bulan Oktober 2021.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Manado dan Kotamobagu mulai mencatatkan kenaikan pada bulan Oktober 2021.
IHK Kota Manado tercatat inflasi sebesar 0,44 persen (mtm) sedangkan IHK Kotamobagu tercatat inflasi sebesar 0,47% (mtm) pada Oktober 2021.
Tekanan inflasi tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang masing-masing tercatat deflasi 0,31 persen (mtm) dan 0,71 persen (mtm).
Secara tahunan, inflasi Manado tercatat sebesar 2,40 persen (yoy). Sementara inflasi tahunan Kotamobagu per Oktober 2021 sebesar 2,97 persen (yoy).
Meski meningkat, tingkat inflasi di kedua kota IHK masih terkendali pada rentang target inflasi nasional 3±1 persen (yoy).
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi kelompok penyumbang utama tekanan inflasi di Manado dengan andil sebesar 0,37 persen (mtm).
Kenaikan tekanan inflasi di Kota Manado terutama disebabkan Oleh kenaikan harga cabai rawit dengan kontribusi 0,12 persen (mtm).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Arbonas Hutabarat mengungkapkan, inflasi terjadi seiring permintaan yang cenderung meningkat.
"Hal ini sejalan dengan jam operasional usaha yang sudah kembali normal meski dengan kapasitas yang terbatas," kata Arbonas kepada Tribunmanado.co.id, Rabu (03/11/2021).
Selain dari sisi permintaan, kenaikan harga komoditas cabai rawit juga dipengaruhi oleh pasokan dari luar daerah yang berdasarkan survei yang dilakukan BI cenderung fluktuatif.
Selain cabai rawit, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas ikan cakalang, malalugis, tude dan deho yang secara total memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,22 persen (mtm).
Kenaikan empat komoditas perikanan tersebut dipengaruhi Oleh kenaikan curah hujan di Sulut yang cenderung meningkat terutama pada dasarian I dan III Oktober 2021.
Sementara itu, kelompok Transportasi ikut memberikan tekanan inflasi dengan kontribusi sebesar 0,07 persen (mtm) sebagai dampak dari kenaikan tarif angkutan udara.
Penurunan tarif PCR dan kondisi Covid-19 yang makin terkendali secara nasional diperkirakan meningkatkan insentif bagi masyarakat untuk meningkatkan mobilisasi termasuk dengan menggunakan angkutan udara.
Kenaikan mobilisasi menggunakan angkutan umum juga diperlihatkan dari tren google mobility report komponen transit yang terus berada dalam tren kenaikan.