Berita Birung
Masyarakat Pinasungkulan Bitung, Minta Ganti Untung Rp 25 Juta Per Meter
PT MSM/TTN memiliki sejumlah lokasi atau lobang tambang, yang terus menerus di keruk kandungan emas didalamnya
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Chintya Rantung
Sebagai masyarakat, menyampaikan kepada pemerintah kota Bitung terkait rencana relokasi kampung agar benar-benar diseriusi dengan matang pertimbangkan kondisi masyarakat dan yang utama ganti untung
Rencana relokasi kampung di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bakal melalui proses berliku dan panjang.
Relokasi kampung, merupakan rencana dari pemerintah kota Bitung. Disinyalir, sebagai upaya untuk memuluskan langkah perusahan tambang emas tenama di Sulut PT MSM/TTN melakukan eksplorasi di kelurahan itu.
Kelurahan Pinasungkulan, disebut memiliki kandungan emas sehingga sorot mata perusahan itu menjadi berkilau-kilau untuk melakukan eksplorasi emas.
Namun, kabar tersebut sepertinya masih harus melalui jalan berlubang, berbatu hingga kerikil tajam.
Bahkan dari aspirasi yang disampaikan sejumlah masyarakat, berkeinginan jika memang rencana ini akan dilakukan pemerintah dan pihak perusahan harus ada ganti untung.
Terhadap, rumah, pekajaran hingga kebun milik masyarakat sekitar.
Menurut Roy Item (66), warga Kelurahan Pinasungkulan sudah sempat dengar-dengar rencana relokasi namun belum ada penjelasan pasti pindah kemana.
“Kampun dipindah, karena perusahan akan gali atau melakukan penambangan di kelurahan PInasungkulan,” kata Roy Item saat diwawancarai di lokasi wisata lembeh Araren Kelurahan Pinasungkulan Rabu (3/11/2021).
Lanjut Roy Item, terkait dengan rencana relokasi kampung direspons dengan pertemuan intens masyarakat setempat.
Dimana dari pembicaraan tersebut, terbelesit informasi ganti untung. Untuk harga ganti untung per meter ada yang di angkat di bawah hingga di angkat rp 25 juta, namun itu juga belum pasti karena banyak aspirasi terkait ganti untung .
Menurutnya, jika relokasi ini benar adanya dia ingin kepastian dan kejelasan dimana lokasi pemindahan.
Beredar kabar, beberapa wilayah yang akan menjadi tempat relokasi, seperti di simpang tiga Pinasungkulan dan Batuputih, di Lokon, kota Manado dan lainnya.
Saat ini pria yang merupakan tumani atau orang asli Pinasungkulan, memiliki dua bidang perkebunan masing-masing di lingkungan I dan lingkungan II.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, sebenarnya saya tidak mau relokasi. Yang kami sesalkan tanah disini merupakan peninggalan dari leluhur, hingga bisa ada perkampungan. Kami anak cucu sekarang masak seenaknya memeberikan kepada mereka dengan harga yang tidak wajar, seperti menjual rica. Dalam penilaian harga hanya sesuka hati mereka, harus ikut keinginan dan kemauan masyarkat jangan seperti istilah Babi di dalam kandang,” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/papan-pengumuman-yangvlvvlvlvl.jpg)