Breaking News:

Berita Bolmong

Komitmen Tekan Stunting, DPPKB Bolmong Gelar Konseling dan Edukasi Calon Pengantin di Lolayan

Dinas pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bolmong menggelar konseling pasangan calon pengantin menuju bebas stunting.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
IST/DPPKB Bolmong.
Edukasi yang diberikan oleh DPPKB Bolmong ke pasangan muda. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Menindaklanjuti pentingnya persiapan bagi calon pengantin agar sukses dalam membina rumah tangga.

Dinas pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menggelar konseling pasangan calon pengantin menuju bebas stunting.

Suasana kegiatan konseling calon pengantin.
Suasana kegiatan konseling calon pengantin. (Istimewa/DP3A Bolmong)

Kegiatan yang di prakarasai DPPKB Bolmong ini bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Kemenag Bolmong dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PPK) Bolmong.

Kegiatan ini digelar di Balai Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bоlmоng, Rabu (3/11/2021).

Menurut Kepala DPPKB Bolmong I Ketut Kolak, kegiatan konseling calon pengantin tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepada calon pengantin baru.

Pemahaman yang dimaksud adalah tentang kesehatan reproduksi dan bagaimana merencanakan keluarga dengan sebaik mungkin.

Hal ini dilakukan agar pasangan muda ini mendapatkan keturunan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

“Pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi untuk mempersiapkan keturunan yang sehat sebagai upaya menurunkan angka stunting,” kata Kolak.

Para peserta calon konseling di Kabupaten Bolmong.
Para peserta calon konseling di Kabupaten Bolmong. (Istimewa/DP3A Bolmong)

Sementara itu, Psikolog Marini Mokoginta yang hadir sebagai pemateri menyampaikan bahwa persiapan yang dibutuhkan dalam pernikahan meliputi persiapan fisik pengasuhan anak, pengelolaan ekonomi keluarga dan yang tak kalah pentingnya adalah faktor psikis.

“Karena dalam suatu pernikahan ada berbagai konflik, dibutuhkan kesiapan dalam menghadapi serta bagaimana menyelesaikan konflik secara bersama-sama,” kata Marini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved