Berita Manado
Paroki Santo Ignatius Manado Hadirkan Rumah Duka Cahaya Abadi, Pertama di Sulawesi Utara
Rumah duka yang nantinya sekaligus dengan rumah abu, rumah kremasi itu berlokasi di Taman Makam Lux Aeterna Paniki Atas, Maumbi, Minahasa Utara.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Paroki Santo Ignatius Manado menghadirkan rumah duka pertama di Bumi Nyiur Melambai.
Rumah duka yang nantinya sekaligus dengan rumah abu, rumah kremasi itu berlokasi di Taman Makam Lux Aeterna Paniki Atas, Maumbi, Minahasa Utara.
Uskup Manado, Mgr Benedictus Rolly Untu MSC memberkati dan meresmikan rumah duka yang terletak di jalan penghubung Jalan Soekarno dan Ring Road II, Paniki Atas, Minut itu, Selasa (02/11/2021).
Sebelum pemberkatan, Uskup didampingi Pastor Paroki Damianus Yangko Alo Pr dan Pastor Terry Ponomban Pr memimpin Misa Arwah.
Ratusan orang umat Paroki Santo Ignatius khusyuk mengikuti Misa tersebut. Gerimis tak menyurutkan semangat mereka. Setia ikut Misa dan menanti pemberkatan makam oleh Imam.
Uskup menyatakan kekagumannya kepada Paroki Ignatius yang memiliki visi jauh ke depan.
"Banyak selamat untuk DPP (Dewan Pastoral Paroki, Pastor Paroki dan umat," ujar Uskup us
Katanya, apa yang ia bicarakan bersama DPP Ignatius tahun lalu sudah diwujudkan dengan gedung rumah duka.
Harapan Uskup, rumah duka itu boleh menjadi simbol persekutuan umat yang berjalan bersama. Tidak hanya umat Katolik tapi bersama umat beragama lainnya dan pemerintah.
Katanya, Paroki Santo Ignatius Manado merupakan paroki yang punya sumber raya besar di antara 74 paroki Keuskupan Manado yang terbentang di Sulut, Gorontalo dan Sulteng.
Uskup mengatakan, Lux Aerterna dan Sentosa bukan sekadar makam tapi menjadi taman permakaman sekaligus tempat peribadatan.
"Kiranya umat Paroki Ignatius tetap solider satu dengan yang lain. Luar biasa Paroki ini dengan sumber dayanya. Kiranya tetap membuka pintu bagi paroki lain," kata Uskup
Ketua Panitia Pembangunan Rumah Duka Cahaya Abadi, Richard Wijaya menjelaskan, pembangunan Rumah Duka Cahaya Abadi berlangsung 13 bulan.
Peletakan batu pertama rumah duka senilai Rp 3,7 miliar oleh Uskup pada 1 Oktober 2020 lalu.
Kata Wijaya, rumah duka itu hadir untuk menjawab kebutuhan umat maupun masyarakat umum yang tengah berduka. "Khususnya di Manado dan Minahasa Utara dan sekitarnya," kata Wijaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mgr-benedictus-rolly-untuk-msc-memberkati-dan-meresmikan-rumah-duka-cahaya-abadi.jpg)