Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Musim Hujan

La Nina Tahun Ini Diprediksikan Relatif Sama dengan Tahun 2020, Ini yang Terjadi

BMKG memberi info terkini peringatan dini untuk masyarakat Indonesia. Mengenai La Nina tahun 2021 yang sama dengan pada tahun 2020. 

Tayang:
Tribun Manado/Handhika Dawangi
Waspada La Nina. Foto Ilustrasi hujan. (Tribun Manado/Handhika Dawangi) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - BMKG memberi info terkini peringatan dini untuk masyarakat Indonesia. 

Mengenai La Nina tahun 2021 yang sama dengan pada tahun 2020

Ini yang terjadi saat fenomena La Nina pada 2021. 

Baca juga: Masyarakat Diminta Waspada La Nina, Curah Hujan Bisa Meningkat hingga 70 Persen, Terjadi Akhir Tahun

Baca juga: BMKG Prediksi Indonesia Bakal Diterjang Badai La Nina, Musibah Banjir Mengancam, Kapan Terjadi?

Baca juga: BMKG Ingatkan Waspada La Nina, Ini Dampaknya

Peringatan BMKG terkait La Nina. (Tribun Manado/Handhika Dawangi)

Simak Info lengkap BMGK tentang La Nina.

Bulan Oktober ini beberapa wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan sedang mengalami periode transisi atau peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan.

Pada periode peralihan musim ini, perlu diwaspadai fenomena cuaca ekstrem yang sering muncul, seperti hujan lebat, angin puting beliung, angin kencang.

Meskipun periodenya singkat, tapi sering memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyampaikan peringatan dini mengenai datangnya La Nina menjelang akhir tahun ini.

Berdasarkan monitoring terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, menunjukkan saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yaitu sebesar -0.61 pada Dasarian I Oktober 2021.

Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang dan masyarakat harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina 2021/2022 yang diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah - sedang, setidaknya hingga Februari 2022.

La Nina tahun ini diprediksikan relatif sama dengan tahun 2020 dan akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20 - 70% di atas normalnya.

La Nina tahun 2020 lalu, hasil kajian BMKG menunjukkan curah hujan mengalami peningkatan pada November-Desember-Januari terutama di wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian selatan.

Kewaspadaan dalam menghadapi musim hujan ini selain wilayah-wilayah yang langganan atau berpotensi banjir dan longsor, lebih waspada lagi pada periode puncak musim hujan yang diprediksi akan dominan terjadi bulan Januari dan Februari 2022.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved