Info BMKG
BMKG Ingatkan Waspada La Nina, Ini Dampaknya
BMKG mengimbau agar masyarakat mewaspadai terhadap dampak yang ditimbulkan dengan adanya fenomena La Nina.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Masyarakat Indonesia harus waspada dampak yang ditimbulkan dari fenomena La Nina.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan peringatan dini.
Intensitas La Nina akan terjadi setidaknya hingga Februari 2022 dengan intensitas lemah-sedang.
"Kita harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina 2021/2022 yang diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah-sedang, setidaknya hingga Februari 2022," terang BMKG dalam siaran persnya.
BMKG pun mengimbau agar masyarakat mewaspadai terhadap dampak yang ditimbulkan dengan adanya fenomena La Nina ini.
Simak selengkapnya apa dampak dari La Nina.
Dilansir laman BMKG, La Nina merupakan salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya curah hujan di Indonesia.
Ketika La Nina terjadi, Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.
Pendinginan SML ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.
La Nina adalah fenomena yang berkebalikan dengan El Nino.
El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.
Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.
Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.
Catatan BMKG, menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen di atas normalnya.
Namun demikian dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/hujan-deras-banget.jpg)