Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konten Youtube

Dapat Uang Jutaan dari Konten Youtube Eksploitasi Kemiskinan, Ditanggapi MUI Haram Hukumnya

Dari konten tersebut bisa mendatangkan jutaan view hingga meraup cuan ratusan juta.

Editor: Glendi Manengal
Youtube
Foto Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait konten-konten video dari Youtuber.

Diketahui konten video Youtube sering mengeksploitasi orang miskin.

Dari konten tersebut bisa mendatangkan jutaan view hingga meraup cuan ratusan juta.

Hal itu mendapat sorotan dari MUI.

Baca juga: Tingkah Tak Biasa Reino Barack Curi Perhatian, Tiru Gaya Bicara dan Tingkah Manja Syahrini

Baca juga: Celine Evangelista Ungkap 4 Kriteria Calon Pasangan

Baca juga: Kecelakaan Maut di Boltim, Alami Rem Blong, 2 Gadis Asal Mitra Tewas di Jalanan Desa Bukaka

Konten yang mengekploitasi orang-orang miskin tampil di Youtube kerap kali mendatangkan view jutaan.

Bahkan para Yotuber bisa meraup cuan ratusan juta hanya dengan mengangkat kesulitan hidup orang.

Kini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan mengeluarkan fatwa tentang larangan eksploitasi kemiskinan dan pengemis.

Salah satu isinya tampaknya cocok dibaca oleh para konten kreator di Tanah Air mengingat banyaknya konten terkait hal ini di platform media sosial.

Alasan yang dikemukan MUI Sulawesi Selatan salah satunya adalah terkait soal pendidikan karakter.

Bahkan, tulis bunyi fatwa itu, hukumnya haram mengekploitasi orang untuk meminta-minta atau pengemis.

“Pertama, haram mengeksploitasi orang untuk meminta-minta.

Kedua, bagi pemberi, haram memberi kepada peminta-minta di jalanan dan ruang publik karena mendukung pihak yang mengeksploitasi pengemis serta tidak mendidik karakter yang baik,” kata Sekretaris Umum MUI Sulawesi Selatan Dr KH Muammar Bakri Lc, seperti dikutip dari Antara, Minggu (31/10).

Dalam amatan KOMPAS TV, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa konten terkait pengemis maupun meminta-meminta kerap menjadi trending dan mendapatkan banyak views di platform Youtube.

Belum di platfrom media sosial lain yang jugat tidak kalah banyak. 

Bahkan, tak jarang konten terkait kemiskinan menjadi perbincangan publik, entah karena jumlah uang yang beredar dalam konten tersebut maupun cerita yang dibikin memang menarik, tak jarang membuat terharu. 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved