Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nasional

Viral Bullying Air Comberan, Aktivis HAM Desak Kemenkumham Bawa Napi Teddy Fahrizal ke Nusakambangan

Viralnya video aksi Perundungan atau bullying yang dialami Ersa Bagus Pratama di Lapas Kelas 1A Pontianak disoroti banyak pihak.

Editor: Frandi Piring
Istimewa
Viral Bullying Air Comberan di Lapas Pontianak. 

Dirinya menduga sosok pria yang membully Ersa adalah kelompok dari terpidana mati kasus narkoba, Teddy Fahrizal.

Seorang Lapas Kelas 1A Pontianak, <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ersa-bagus-pratama' title='Ersa Bagus Pratama'>Ersa Bagus Pratama</a> Diguyur Air Comberan

Teddy diungkapkannya menjadi jagoan di Lapas Kelas 1A Pontianak.

"Ersa diduga di-bully anak buah Teddy. Dia (Teddy) jagoan di sana. Makanya orang lapas juga nggak mencegah," ungkap Joni dihubungi pada Senin (18/10/2021).

Atas peristiwa tersebut, Joni meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia, khususnya petugas Lapas Kelas 1A Pontianak untuk menindak tegas para pelaku bullying.

Dirinya pun berharap agar Teddy yang merupakan terpidana mati itu dapat dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Tujuannya agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Begitu juga dengan kasus dugaan peredaran narkoba di dalam Lapas Kelas 1A Pontianak.

"Lebih baik dipindahkan saja ke Nusakambangan kan sudah divonis mati. Di situ pengamanan petugas lebih maksimum," ujar Joni.

Keluarga Korban Bantah Pernyataan Pihak Lapas

Keluarga Ersa Bagus Pratama, napi Lapas Kelas yang diduga di-bully dalam Lapas Pontianak membantah pernyataan Kepala Lapas Pontianak Farhan Hidayat.

Farhan sebelumnya menyebutkan aksi penyiraman air comberan yang diduga dilakukan terpidana mati Teddy Fahrizal terhadap Ersa bukanlah aksi bullying.

Sebab, peristiwa dimandikannya Ersa oleh orang-orang yang diduga suruhan Teddy itu sebagai bentuk rasa syukur atas kasasi hukuman mati Ersa menjadi pidana penjara selama 18 tahun.

"Kalau aksi memandikan Ersa sebagai nazar atas diterimanya kasasi, kenapa baru dilakukan sekarang. Kan diterimanya tahun lalu Juni 2020," ujar P, keluarga Ersa pada Rabu (20/10/2021).

Dalam bantahan yang dibuat pihak Kalapas, turut disertakan video dari Ersa yang menyebut aksi penyiraman tersebut dilakukan atas keinginan diri sendiri dan dibantu oleh rekan-rekannya di Lapas.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved