Gejolak di Partai Demokrat

Masih Ingat Bambang Widjojanto? Kini Tanggapi Gugatan Mantan Kader Demokrat: Hanya Akal-akalan

Masih ingat Bambang Widjojanto? anggota kuasa hukum Partai Demokrat ini menanggapi soal gugatan mantan kader demokrat.

Editor: Glendi Manengal
Kompas.com
Bambang Widjojanto dan Yusril I Mahendra 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat Bambang Widjojanto? anggota kuasa hukum Partai Demokrat ini menanggapi soal gugatan mantan kader demokrat.

Diketahui ada tiga mantan kader partai Demokrat yang menggugat.

Hal tersebut mendapat sorotan dari Bambang Widjojanto dan sebut itu hanya akal akalan.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6.5 Minggu 24 Oktober 2021, Berikut Info Terkini Titik Lokasi Gempa

Baca juga: Peringatan Dini Besok Senin 25 Oktober 2021, BMKG: Sejumlah Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Senin 25 Oktober 2021, Aries Ada Ketegangan, Virgo Jatuh Cinta

Foto : Bambang Widjojanto. (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Anggota Kuasa hukum Partai Demokrat, Bambang Widjojanto, menilai gugatan yang dilayangkan tiga mantan kader Partai Demokrat itu hanya sebuah akal-akalan saja.

Bahkan, kata Bambang, hal itu cukup berani dan berbahaya.

Diketahui, gugatan itu dilayangkan oleh mantan kader terhadap Surat Keputusan (SK) Menkumham terkait hasil kongres Partai ke lima tahun 2020 ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan nomor perkara 154/G/2021/PTUN-JKT.

Hal tersebut disampaikan oleh Bambang di PTUN, Kamis (21/10/2021).

"Nah, persoalannya itu tidak ditempuh. Jadi, saya menggunakan istilah akal-akalan, nggak bisa pengadilan dipakai untuk akal-akalan bermain main dan ini bisa berbahaya sekali," terang Bambang dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (24/10/2021).

Menurut Bambang, mekanisme keputusan atau aturan yang dipakai Kemenkumham untuk mengesahkan hasil kongres tersebut dinilai sudah jelas.

Sehingga, gugatan ini dapat berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum

"Jadi kalau aturan aturan itu kemudian dichalange melalui persidangan seperti ini, padahal aturan itu aturan yang clear, maka akan menimbulkan ketidakpastian hukum," tambah Bambang.

Jika ada pihak kader yang merasa keberatan, seharusnya mengajukan banding ke mahkamah partai. 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved