Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Tim Sidak di Bitung Temukan Ada Pengisian BBM 8 Kali di 8 Mobil Berbeda

Menurut Syam Panai, persoalan kelangkaan BBM di SPBU yang ada di Provinsi Sulawesi Utara khsusunya di Kota Bitung karena beberapa hal.

Tayang:
Istimewa.
Sidak SPBU di Kota Bitung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Syam Panai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia bakal melakukan aksi, jika persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terjadi.

Syam Panai yang juga mantan anggota DPRD Bitung dari partai Hanura bersama seluruh sopir-sopir ekspedisi berencana akan turun ke jalan jika hasil hearing atau rapat dengar pendapat dengan DPRD Provinsi Sulut tidak terjadi.

Menurut Syam Panai, persoalan kelangkaan BBM di SPBU yang ada di Provinsi Sulawesi Utara khsusunya di Kota Bitung karena beberapa hal.

“Pertama kami melihat ada keterlambatan respons dari DPRD maupun pemerintah, melihat masalah ini. Padahal kami sudah sejak beberapa bulan lalu melakukan laporan dan pemberitahuan,” kata Syam Panai, Jumat (22/10/2021).

Keadaan ini dia menduga karena kurangnya pengawasan dari pihak terkait sebagai operator, dan keberadaan data pihak terkait dengan pemerintah tidak sinkron.

Bahkan pihaknya menduga, kelengkaan BBM ini selain karena ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan pengisian BBM berlebihan dan dengan cara illegal.

Diduga sebagai strategi untuk memintah tambah jatah atau pasokan BBM ke Sulut, untuk diberikan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Di tempat terpisah, malasah kelangkaan BBM menggerakkan langkah tim bentukan pemkot Bitung melakukan inspeksi mendadak ke SPBU di Kota Bitung dan menemukan beberapa hal yang mengejutkan.

Menurut DR Nicky Kondo kepala Badan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kota Bitung, sidak ke SPBU dilakukan bersama satpol PP, PPNS Dinas Perhubungan Kota Bitung, Bagian Perekonomian dan pihak terkait yang masuk dalam tim, Jumat ( 22/10/2021).

“Hasil inspeksi, terpantau ada kendaraan yang menghindar tidak jadi melakukan pengisian."

"Ada oknum yang mengaku melakukan pengisan 8x sehari untuk 8 unit kendaraan berbeda,  ada oknum yang mengisi lebih banyak dari kapasitas kendaraan yang seharusnya (indikasi tanki telah dimodifikasi),” tutur Nicky Kondo saat diwawancara Tribunmanado.co.id, terkait hasil sidak.

Pihaknya kemudian mengeluarkan rekomendasi tindak lanjut, untuk Dinas Perhubungan dan kepolisan perlu melakukan operasi pemeriksaan kesesuaian rancang bangun kendaraan, yang terindikasi ada kendaraan sengaja melakukan modifikasi tangka BBM.

Sidak yang dilakukan disejumlah SPBU dari lima SPBU, SPBU Tangkoko di Manembo-Nembo, SPBU Manembo-Nembo, SPBU Wangurer, SPBU Madidir dan SPBU Kadoodan.

Didapati, pengawasan internal SPBU perlu ditingkatkan hingga ada SPBU yang CCTV rusak atau tidak aktif.

Jebolan Dokter UGM ini, menerangkan Inspeksi penyaluran BBM Solar bersubsidi, meliputi, kesesuaian proses dan pencatatan penyaluran, kesesuaian pengguna dan jumlah BBM yang disalurkan per jenis kendaraan, kesesuaian rancang bangun kendaraan yang digunakan untuk menampung BBM.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved