Berita Kotamobagu
Jual Kue Putu di Kotamobagu, Yono Raup Rp 600 Ribu Sehari
Yono adalah warga Jawa Tengah yang datang mencari sesuap nasi di Kotamobagu. Perhari dirinya bisa mendapatkan rupiah hingga 600 ribu.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Pasalnya, anak dan istrinya tetap tinggal di Pantura, Jawa Tengah.
"Saya hanya pulang kalau pas Idul Fitri saja," ungkapnya.
Pria dua anak ini mengaku pernah bersekolah.
Tapi karena keterbatasan ekonomi, sekolahnya terhenti dan tak lagi diteruskan.
"SD saja saya tak lulus," ungkapnya.
Meski tak lulus SD, Yono tak mau menyerah dengan keadaan.
Ia lalu merantau dan berjualan jauh dari rumahnya.
"Kalau di Jawa kan saingannya banyak, jadi saya memilih jualan kesini," ungkap dia.
Sesekali, ia sering merasa rindu dengan keluarganya.
Tapi karena ingin mencari nafkah, rindunya tersebut ia pendam hingga Idul Fitri atau hari besar keagamaan lainnya.
"Kalau kangen pasti, tapi saya ingin sekolahkan anak. Supaya tak seperti saya," ucapnya.
Setiap keuntungan yang didapat olehnya selalu disisipkan untuk dikirim ke anak dan istrinya.
Ia mengaku jika hidup di Kotamobagu harus pintar berhemat.
"Harus benar-benar hemat dan menabung, karena barang-barangnya sedikit mahal," ucapnya.
Kue putu yang dijual Yono terbuat dari tepung beras dan gula merah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/yono-salah-satu-penjual-kue-putu-keliling-di-kotamobagu.jpg)