Breaking News:

Rupiah

Belajar dari Lepasnya Sipadan Ligitan, Pentingnya Rupiah bagi Kedaulatan Negara

Keberadaan Uang Rupiah tidak semata sebagai alat pembayaran yang sah semata bagi Indonesia.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Keberadaan Uang Rupiah tidak semata sebagai alat pembayaran yang sah semata bagi Indonesia.

Rupiah adalah simbol kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara. Karena itu rupiah harus dihormati dibanggakan.

Belajar dari pengalaman, Indonesia pernah kehilangan Pulau Sipadan Ligitan. Dua pulau di Selat Makassar lepas ke tangan Malaysia.

Selain faktor histori dan hukum, keberadaan mata uang di pulau tersebut jadi penentu.

Penggunaan mata uang di suatu daerah akan menentukan kedaulatan suatu negara.

Tidak digunakannya rupiah di Pulau Sipadan dan Ligitan menjadi salah satu penyebab lepasnya kedua pulau tersebut pada tahun 2002.

Karena itu, warga Indonesia wajib menghormati dan bangga dengan uang rupiah.

"Menjaga kestabilan nilai Rupiah menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa," kata Maychel Rori, Kasi Pengolahan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut dalam media gathering di Yama Resort Tondano, Jumat (22/10/2021).

BI mengajak masyarakat Indonesia untuk turut mengikuti kampanye ‘Cinta, Bangga, Paham Rupiah’.

Ia menjelaskan Cinta Rupiah ditunjukkan dengan mengenali, merawat, dan menjaga rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI.

Cinta Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik dan desain rupiah.

“Dengan menjaga dan merawat rupiah, ciri keaslian rupiah menjadi mudah dikenali dan menghindari peredaran uang palsu dan tidak layak edar,” kata Maychel.

Sementara, Bangga Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat memahami rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan NKRI, dan alat pemersatu bangsa.

Maychel juga meminta agar seluruh masyarakat bisa ikut melakukan sosialisasi tentang rupiah 3D dilihat, diraba dan diterawang dan 5J.

"Uang rupiah kertas jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan diremas dan jangan dibasahi sebagai bukti kecintaan kita terhadap rupiah," katanya.(ndo)

Baca juga: Bangun Sinergitas, Kejari Minahasa Gelar Coffee Morning Bersama Media Massa dan Ormas

Baca juga: BREAKING NEWS, Angin Puting Beliung Terjang Kelurahan Rap-Rap Minut, Tujuh Rumah Rusak

Baca juga: Bupati Talaud Elly Lasut Optimis Target Vaksinasi Bisa Tercapai Hingga 75 Persen

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved